Striker Malut United FC, David da Silva, kembali menorehkan namanya dalam lembaran sejarah sepak bola Indonesia. Pemain asal Brasil itu resmi memecahkan rekor sebagai top skor tertua di Liga Super Indonesia musim 2025/2026 di usianya yang kini menginjak 36 tahun. Pencapaian ini melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh Ilija Spasojevic, yang kini membela Bhayangkara FC.
Momen bersejarah itu kian terasa istimewa setelah aksi gemilangnya mencetak hattrick ke gawang Persis Solo di Stadion Jatidiri, Semarang, pada 2 Mei 2026. Penampilan eksplosif tersebut menjadi kunci kebangkitan timnya, sekaligus membalikkan keadaan untuk meraih kemenangan dramatis di laga tersebut.
Didatangkan di usia yang tidak lagi muda, David da Silva sempat diragukan oleh banyak pihak. Banyak yang menilai masa emasnya telah berlalu. Namun, striker asal Brasil itu justru menjawab semua keraguan di atas lapangan hijau. Dengan koleksi 22 gol hingga menyisakan dua pertandingan, ia kokoh di puncak daftar pencetak gol, unggul enam gol dari pesaing terdekatnya. Gelar sepatu emas pun nyaris berada dalam genggamannya.
“Ini cara saya menjawab keraguan soal usia. Saya membuktikan bahwa usia hanyalah angka,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa performanya masih kompetitif dibandingkan pemain yang jauh lebih muda. “Semua orang bilang saya sudah tua. Tapi saya jawab di lapangan bahwa performa saya masih lebih baik dibanding banyak pemain yang usianya jauh lebih muda,” tegasnya.
Rekor ini melampaui pencapaian Ilija Spasojevic yang sebelumnya menjadi top skor Liga 1 musim 2021–2022 di usia 35 tahun. Menariknya, David da Silva sebenarnya sudah lebih dulu mencatat sejarah saat masih berseragam Persib Bandung. Dua golnya ke gawang Persija Jakarta kala itu mengantarkannya melewati torehan 85 gol di era Super League, menjadikannya salah satu striker paling tajam dalam sejarah kompetisi.
Kini, di usia 36 tahun, ia kembali menegaskan statusnya sebagai predator kotak penalti yang belum habis. “Ini sekali lagi membuktikan bahwa pemain dengan level tinggi yang terus bekerja keras masih bisa bermain sampai usia 41 tahun. Yang terpenting adalah bagaimana kualitas mereka di lapangan,” lanjutnya.
Nama David da Silva mulai mencuri perhatian saat membela Persebaya Surabaya pada musim 2017/2018. Ia langsung tampil tajam dengan 20 gol dari 23 pertandingan. Meski sempat mengalami pasang surut, kualitasnya tetap terjaga. Kepindahannya ke Persib Bandung menjadi titik balik, terutama saat ia meledak dengan 24 gol dalam satu musim catatan terbaik dalam kariernya di Indonesia. Kini bersama Malut United, ia kembali membuktikan konsistensinya sebagai striker elite.
Salah satu fase terbaik David terjadi saat berduet dengan Ciro Alves di Persib Bandung. Kombinasi keduanya menghadirkan lini serang yang mematikan. Hingga pekan ke-26 musim 2023/2024, duet ini telah menyumbang total 31 gol 19 dari David dan 12 dari Ciro. Perpaduan kreativitas dan penyelesaian akhir membuat Persib menjadi salah satu tim paling produktif saat itu.
Sementara itu, meski rekornya terpecahkan, Ilija Spasojevic menunjukkan sikap profesional. Ia memberikan apresiasi singkat namun penuh makna. “Luar biasa,” tulisnya, disertai emotikon tepuk tangan. Respons ini mencerminkan respek antarpemain di level tertinggi, sekaligus menegaskan bahwa persaingan tetap berjalan sehat.
Rekor David da Silva juga menambah bumbu panas jelang duel klasik Persija Jakarta versus Persib Bandung di pekan ke-32. Meski kini membela Malut United, kisah David tetap menjadi bagian dari narasi besar rivalitas dua tim tersebut. Terlebih, setiap gol di fase akhir musim bisa menjadi penentu dalam perebutan gelar.
Apa yang dicapai David da Silva bukan sekadar angka. Di usia 36 tahun, ia membuktikan bahwa ketajaman seorang striker tidak ditentukan oleh usia semata. Rekor ini menjadi salah satu yang paling ikonik dalam sejarah liga, sekaligus simbol bagaimana kualitas dan kerja keras mampu melampaui batas waktu.
Artikel Terkait
Persaingan Tiga Klub Besar Memanas: Victor Dethan Dikabarkan Sepakat dengan Persija, Persebaya Buru Eksodus Pemain PSM
Persija vs Persib Berpotensi Pindah ke Stadion Segiri Samarinda karena Izin Venue di Jakarta Mandek
Persib Bandung Tampil dengan Kekuatan Penuh Hadapi Persija Usai Taklukkan PSIM 1-0
Mantan Kepala Kru Honda Ragukan Marc Marquez Kembali ke Tim Pabrikan