Mantan Kepala Kru Honda Ragukan Marc Marquez Kembali ke Tim Pabrikan

- Rabu, 06 Mei 2026 | 11:15 WIB
Mantan Kepala Kru Honda Ragukan Marc Marquez Kembali ke Tim Pabrikan

Marc Marquez diragukan akan kembali membela tim Honda setelah ia tampil impresif dan menemukan kembali performa terbaiknya bersama Ducati. Keraguan itu disampaikan oleh Santi Hernandez, mantan kepala kru Honda yang pernah mendampingi Marquez meraih puncak kejayaan di MotoGP. Menurutnya, situasi saat ini sangat berbeda dibanding masa lalu.

Marquez meninggalkan Honda pada akhir musim 2023 setelah melalui periode sulit. Pembalap berusia 33 tahun itu kemudian bangkit bersama Ducati dan kembali menjadi penantang serius di lintasan. Santi Hernandez merupakan sosok penting di balik kesuksesan Marquez saat masih di Honda. Kolaborasi keduanya menghasilkan enam gelar juara dunia, menjadikan Marquez salah satu pembalap tersukses di era modern.

Meski memiliki sejarah panjang dengan Honda, Hernandez menilai kecil kemungkinan Marquez kembali. Kenyamanan dan kebahagiaan yang dirasakan Marquez di Ducati menjadi faktor utama.

“Saya rasa tidak,” kata Hernandez. “Dia (Marc Marquez) di Ducati, dia bahagia, dia telah menemukan kembali senyumnya.”

Performa Marquez bersama Ducati menjadi bukti kebangkitannya. Ia bahkan berhasil meraih satu gelar juara dunia lagi setelah naik ke tim pabrikan Ducati Lenovo pada musim 2025. Titel tersebut menjadi gelar ketujuh sepanjang kariernya di MotoGP, sekaligus mempertegas kebangkitan setelah masa sulit bersama Honda.

Sementara itu, kontrak baru Marquez bersama Ducati memang belum diumumkan secara resmi. Prosesnya dikabarkan sudah hampir rampung dan hanya menyisakan detail administratif. Kondisi ini sempat memicu spekulasi bahwa Honda ingin memulangkan pembalap andalannya itu. Namun, melihat situasi terkini, peluang tersebut dinilai sangat kecil.

“Saya rasa Marc tidak akan balapan sampai dia berusia 40 tahun,” tutup Hernandez.

Dengan kondisi ini, masa depan Marc Marquez terlihat semakin mengarah ke Ducati. Keputusan final kini tinggal menunggu pengumuman resmi dari pihak terkait.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar