Di tengah keterpurukan performa Real Madrid musim ini, badai kritik justru menghantam Kylian Mbappe. Keputusan bintang asal Prancis itu berlibur bersama kekasihnya, aktris Ester Exposito, ke Sardinia, Italia, memicu kemarahan besar di kalangan suporter. Lebih dari empat juta penggemar bahkan telah menandatangani petisi yang mendesak klub untuk segera menjual pemain berusia 27 tahun tersebut.
Musim 2025/2026 menjadi periode yang mengecewakan bagi Los Blancos. Real Madrid kini tertahan di posisi kedua klasemen La Liga dengan selisih 11 poin dari rival abadi mereka, Barcelona. Lebih menyakitkan lagi, langkah tim ibu kota Spanyol itu telah terhenti di Liga Champions UEFA. Situasi bisa semakin buruk. Jika Barcelona memenangkan El Clasico akhir pekan ini, gelar juara dipastikan lepas dari genggaman Madrid.
Di tengah tekanan besar itu, Mbappe justru memilih berlibur romantis. Padahal, ia tengah dalam masa pemulihan cedera hamstring. Keputusan tersebut langsung memicu gelombang kemarahan dari suporter. Petisi yang menuntut klub melepas pemain kelahiran 1998 itu menjadi akumulasi dari berbagai kontroversi di luar lapangan yang melibatkan Mbappe dalam beberapa waktu terakhir.
Menanggapi kritik yang membesar, tim Mbappe akhirnya memberikan klarifikasi. Mereka menilai banyak tudingan yang beredar tidak sepenuhnya tepat.
"Sebagian dari kritik tersebut berasal dari penafsiran berlebihan terhadap faktor-faktor yang berkaitan dengan proses pemulihan, yang dipantau secara ketat oleh klub," demikian pernyataan tim Mbappe.
Mereka juga menegaskan bahwa komitmen sang pemain tidak perlu diragukan. "Hal ini tidak mencerminkan komitmen dan kerja keras yang dilakukan Kylian setiap hari demi kepentingan tim."
Sementara itu, masalah Mbappe tidak berhenti pada isu liburan. Laporan dari media setempat menyebutkan bahwa ia juga sempat terlibat insiden dengan staf pelatih saat sesi latihan. Dalam insiden tersebut, Mbappe dikabarkan membantah salah satu anggota staf, yang semakin memperkeruh hubungan internal di tengah situasi tim yang sudah tidak kondusif.
Meski mendapat tekanan besar dari publik, hingga kini Mbappe belum menerima sanksi internal dari klub. Pelatih Alvaro Arbeloa bahkan memilih tidak ikut campur dalam urusan pribadi pemainnya. Ia menegaskan bahwa aktivitas di luar lapangan merupakan ranah pribadi, selama tidak melanggar aturan yang ditetapkan klub.
Kombinasi antara performa tim yang menurun, kontroversi pribadi, hingga insiden internal membuat tekanan terhadap Mbappe semakin besar. Petisi jutaan fans menjadi bukti nyata bahwa kesabaran publik Bernabeu mulai habis. Kini, masa depan Mbappe di Real Madrid mulai dipertanyakan. Apakah klub akan tetap mempertahankan sang bintang, atau justru mengambil langkah drastis demi meredam gejolak?
Artikel Terkait
Persib Bandung Tampil dengan Kekuatan Penuh Hadapi Persija Usai Taklukkan PSIM 1-0
Mantan Kepala Kru Honda Ragukan Marc Marquez Kembali ke Tim Pabrikan
PSM Makassar Diprediksi Selamat dari Degradasi, Persis Solo dan Madura United Terancam
Pembalap Muda Indonesia Sabian Fathul Ilmi Juarai Seri Kedua Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pasifik di Australia