Pelajar SMK di Samarinda Meninggal Akibat Sepatu Terlalu Kecil, Sempat Alami Pembengkakan Kaki

- Rabu, 06 Mei 2026 | 11:30 WIB
Pelajar SMK di Samarinda Meninggal Akibat Sepatu Terlalu Kecil, Sempat Alami Pembengkakan Kaki

Seorang pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) di Samarinda, Kalimantan Timur, meninggal dunia setelah memaksakan diri memakai sepatu yang terlalu kecil. Mandala Rizky Syaputra, 16 tahun, mengembuskan napas terakhir pada Jumat, 24 April 2026, setelah kondisi kesehatannya terus memburuk dalam beberapa waktu terakhir.

Remaja yang dikenal sebagai anak yatim ini tinggal bersama ibu dan empat saudaranya. Di lingkungan sekolah, Mandala memiliki reputasi sebagai siswa yang aktif dan kerap dipercaya mewakili kelas dalam berbagai perlombaan. Guru sekolah, Ridawan, menuturkan bahwa almarhum tidak pernah sekalipun mengeluh selama mengikuti kegiatan belajar.

“Mandala itu tidak pernah mengeluh. Di sekolah dia aktif, kalau ada perlombaan dia mewakili kelasnya,” ujar Ridawan, Selasa, 5 Mei 2026.

Selama ini, Mandala menjalani kegiatan belajar dan praktik kerja lapangan di salah satu pusat perbelanjaan. Aktivitas tersebut menuntutnya untuk berdiri dalam waktu yang lama setiap hari. Kondisi kesehatannya mulai menurun setelah ia mengalami nyeri pada kaki yang kian parah hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Meski demikian, Mandala tetap berusaha mengikuti kegiatan seperti biasa dan hanya beristirahat saat ada kesempatan. Keluarga menyebutkan bahwa korban sempat mengeluhkan sakit ringan sebelum kondisinya memburuk secara drastis. Sehari sebelum meninggal, ia mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan setempat akibat pembengkakan pada kaki, namun kondisinya terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia keesokan harinya.

Sebelum mengembuskan napas terakhir, Mandala sempat menyampaikan keinginan untuk memiliki sepatu baru yang belum sempat terpenuhi. Pihak sekolah turut membantu proses pemulasaraan dan pemakaman, termasuk penyediaan ambulans untuk keperluan jenazah.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius pihak sekolah dan masyarakat sebagai pengingat akan pentingnya perhatian terhadap kondisi kesehatan serta kebutuhan dasar peserta didik.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar