Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengirimkan sinyal peringatan dini kepada Persija Jakarta menjelang duel pekan ke-32 Liga Super Indonesia musim 2025/2026. Tim berjuluk Maung Bandung itu dipastikan tampil dengan kekuatan penuh tanpa satu pun pemain absen, sebuah indikasi keseriusan mereka dalam laga klasik yang sarat gengsi tersebut.
Modal berharga itu diraih setelah Persib menaklukkan PSIM Yogyakarta dengan skor tipis 1-0 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Senin (4/5). Kemenangan tersebut tidak hanya menjaga posisi mereka di papan klasemen, tetapi juga memastikan seluruh punggawa tim dalam kondisi prima dan siap tempur menghadapi rival abadi.
Gol cepat Patricio Matricardi pada menit kedua langsung mengubah jalannya pertandingan. Meski hanya unggul satu gol, hasil ini dinilai cukup untuk mempertahankan momentum positif Persib menjelang laga penuh tekanan.
Di balik kemenangan itu, Hodak tidak menutup mata terhadap kelemahan timnya. Ia menilai ada faktor psikologis yang membuat permainan tidak berkembang maksimal setelah unggul cepat.
“Kita punya banyak kans untuk mencetak gol di babak pertama dan kedua, tapi ada kegugupan. Saya harap kita bisa mencetak gol lebih dari satu, kalau dua gol tentu fantastis,” ujar Hodak usai pertandingan.
Menurut pelatih asal Kroasia itu, setelah mencetak gol cepat, Persib justru memberi ruang kepada lawan untuk berkembang. Hal ini membuat ritme permainan tidak sepenuhnya berada dalam kendali timnya. Meski demikian, ia tetap mengapresiasi kerja keras para pemain yang mampu mengamankan tiga poin penting di tengah tekanan.
Kondisi skuad yang lengkap menjadi keuntungan besar bagi Persib. Tidak ada pemain yang harus absen, baik karena cedera maupun akumulasi kartu. Termasuk Luciano Guaycochea yang tetap bisa tampil meski sebelumnya mendapat kartu kuning.
“Tapi yang terpenting lagi, kemenangan ini mengokohkan posisi kita di papan klasemen,” kata Hodak.
Kemenangan ini juga terasa spesial karena bertepatan dengan ulang tahun ke-55 sang pelatih, yang mendapat hadiah manis dari anak asuhnya.
Secara statistik, Persib memiliki keunggulan dalam rekor pertemuan melawan Persija di era Liga Super. Dari 23 pertemuan, Persib meraih sembilan kemenangan dengan total 25 gol, sementara Persija hanya menang empat kali dengan 17 gol. Sebanyak sepuluh laga lainnya berakhir imbang. Meski demikian, duel kedua tim selalu berlangsung ketat dan penuh emosi.
Meski datang dengan kekuatan penuh, Persib tetap harus memperbaiki penyelesaian akhir. Banyak peluang yang terbuang saat melawan PSIM menjadi catatan penting. Jika hal itu terulang saat menghadapi Persija, bisa menjadi bumerang. Selain itu, mental bertanding juga akan diuji. Hodak menyoroti adanya kegugupan saat tim berada di bawah tekanan. Menghadapi Persija, tekanan tentu jauh lebih besar baik dari atmosfer stadion, rivalitas, maupun ekspektasi suporter.
Laga Persib kontra Persija bukan sekadar pertandingan biasa. Ini adalah pertarungan harga diri dua tim besar sepak bola Indonesia. Persib datang dengan modal kemenangan, rekor unggul, dan skuad lengkap. Sementara Persija dipastikan tak ingin kehilangan muka. Dengan semua faktor tersebut, duel ini dipastikan berlangsung panas dan menjadi salah satu laga paling dinanti musim ini.
Artikel Terkait
Mantan Kepala Kru Honda Ragukan Marc Marquez Kembali ke Tim Pabrikan
Petisi 4 Juta Fans Desak Real Madrid Jual Mbappe Usai Liburan Kontroversial di Tengah Krisis Tim
PSM Makassar Diprediksi Selamat dari Degradasi, Persis Solo dan Madura United Terancam
Pembalap Muda Indonesia Sabian Fathul Ilmi Juarai Seri Kedua Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pasifik di Australia