Suasana di Lapangan Pendamping GBLA, Senin pagi itu, terasa sedikit berbeda. Ada energi baru yang mengalir di antara sesi latihan Persib Bandung. Dua sosok, Dedi Kusnandar dan Dion Markx, akhirnya bergabung dengan rekan-rekannya, menyuntikkan semangat segar untuk persiapan laga-laga mendatang.
Kembalinya Dedi Kusnandar atau yang akrab dipanggil Dado, tentu saja jadi perhatian utama. Gelandang senior ini baru saja mengakhiri masa peminjamannya di Bhayangkara FC. Bagi para bobotoh dan juga internal klub, kepulangannya ibarat seorang anak pulang ke rumah. Bagaimana tidak? Pengalamannya membela Maung Bandung sudah menembus lebih dari sepuluh tahun. Rasanya, jersey biru itu memang sudah menyatu dengan dirinya.
“Sangat senang,” ujar Dado, menceritakan perasaannya.
“Apalagi kemarin tidak mudah meninggalkan klub yang saya sudah bela hampir lebih dari 10 tahun. Kembali ke Persib pasti sangat terharu, bangga, senang.”
Di sisi lain, ada pula momen pertama untuk Dion Markx. Pemain muda ini resmi menjadi bagian dari skuad pekan lalu, dan latihan hari ini adalah langkah awalnya. Kehadirannya jelas memberi warna berbeda. Pelatih kini punya lebih banyak opsi untuk meracik lini tengah, menyeimbangkan antara kekuatan fisik dan kreativitas.
Dari pinggir lapangan, terlihat jelas antusiasme keduanya mengikuti setiap arahan. Dado, dengan segudang pengalaman, tampak membaur sekaligus memimpin. Sementara Dion, penuh semangat muda, berusaha menyerap segala instruksi. Kombinasi ini yang diharapkan bisa menjadi motor penggerak tim.
Fokus Dado jelas. Bukan sekadar kembali, tapi ia datang dengan misi. “Dado akan bekerja keras untuk memastikan tim tetap berada di puncak dan melaju jauh di AFC Champions League Two,” tegasnya. Targetnya ganda: pertahankan posisi puncak di Liga Indonesia dan torehkan prestasi di ajang Asia, ACL Two.
Nah, dengan masuknya dua pemain kunci ini, kualitas skuad Persib secara keseluruhan memang diyakini naik. Mereka tak cuma menambah kedalaman, tapi juga membawa variasi. Pengalaman Dado dan dinamika Dion adalah aset berharga, terutama untuk menghadapi maraton pertandingan yang padat.
Ambisi klub pun semakin kentara. Persib bukan hanya bermimpi tentang gelar domestik, tapi juga ingin berbicara lebih lantang di kancah regional. Semua persiapan ini, termasuk integrasi Dado dan Dion, adalah langkah konkret untuk mewujudkannya. Tradisi mental juara harus terus hidup, dan dengan tambahan tenaga ini, harapan itu semakin nyata.
Musim ini jelas akan menantang. Tapi dengan suntikan semangat dan kualitas baru, jalan Persib untuk membawa nama Bandung lebih tinggi lagi, setidaknya terasa lebih terbuka.
Artikel Terkait
Borneo FC Incar Kemenangan atas Persita demi Jaga Asa Juara, Bek Asing Klaim Tim Tanpa Tekanan
Megawati Hangestri Kembali Masuk Skuad Hyundai Hillstate, Status Transfer Masih Misterius
Degradasi Semen Padang ke Liga 2, Anggota DPR Ungkap Krisis Finansial Akut
Persebaya Incar Enam Pemain PSM Makassar, Mayoritas Berstatus Bebas Transfer