Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan sebagian besar wilayah Indonesia masih akan diguyur hujan dalam periode 5 hingga 11 Mei 2026. Laporan yang dirilis pada Senin, 4 Mei 2026, mengungkapkan sejumlah fenomena atmosfer ekuatorial turut memengaruhi pola cuaca nasional.
Dalam analisisnya, BMKG mendeteksi aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, serta Gelombang Rossby Ekuatorial yang diprediksi aktif di sebagian besar wilayah. Fenomena-fenomena ini berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan secara signifikan.
Selain itu, keberadaan bibit siklon tropis 92W dan sirkulasi siklonik turut memperkuat dinamika cuaca. BMKG menjelaskan bahwa kondisi ini dapat memicu pertumbuhan awan hujan di sekitar area sirkulasi siklonik serta di sepanjang daerah konvergensi dan konfluensi.
Sementara itu, Monsun Australia diprediksi menguat dalam beberapa hari ke depan. Fenomena ini berpotensi membawa massa udara yang lebih kering dari Australia menuju Indonesia, menandai awal peralihan bertahap menuju musim kemarau di sejumlah daerah.
Untuk periode 5 hingga 7 Mei 2026, BMKG memperkirakan cuaca didominasi hujan ringan hingga lebat. Masyarakat diimbau mewaspadai hujan sedang hingga lebat yang berpotensi terjadi di Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua Selatan.
Pada periode yang sama, status siaga hujan lebat hingga sangat lebat yang disertai kilat atau petir diberlakukan untuk Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Maluku, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.
Memasuki periode 8 hingga 11 Mei 2026, cuaca diprakirakan didominasi hujan ringan hingga sedang. Wilayah yang perlu waspada terhadap hujan sedang hingga lebat meliputi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.
Adapun status siaga hujan lebat hingga sangat lebat disertai kilat atau petir pada periode tersebut berlaku di Aceh, Sulawesi Barat, dan Papua Pegunungan.
BMKG menyampaikan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan menghadapi kondisi cuaca cerah yang diselingi potensi cuaca ekstrem. Masyarakat diimbau menggunakan pelindung diri dan menjaga kecukupan cairan tubuh saat beraktivitas di luar ruangan.
Di sisi lain, BMKG juga mengingatkan masyarakat dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi. Peringatan ini disampaikan mengingat kondisi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu tanpa diduga.
Artikel Terkait
Mensos Gus Ipul Bantah Mark-Up Harga Sepatu Sekolah Rakyat, Sebut Pagu Rp700 Ribu Bukan Harga Riil
Polisi Lakukan Penangkapan Paksa terhadap Pimpinan Ponpes di Pati yang Mangkir dari Pemeriksaan Kasus Pemerkosaan Santriwati
Pemerintah Targetkan Subsidi Kendaraan Listrik Mulai Juni 2026 untuk Dorong Ekonomi dan Tekan Konsumsi BBM
Oknum TNI Diduga Pukul Penjaga Warung hingga Rusak Etalase di Kemayoran, Pelaku Justru Klaim Luka Tusuk