Pemerintah Targetkan Subsidi Kendaraan Listrik Mulai Juni 2026 untuk Dorong Ekonomi dan Tekan Konsumsi BBM

- Selasa, 05 Mei 2026 | 15:45 WIB
Pemerintah Targetkan Subsidi Kendaraan Listrik Mulai Juni 2026 untuk Dorong Ekonomi dan Tekan Konsumsi BBM

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka mengungkapkan hasil pertemuannya dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, termasuk rencana pemberian subsidi kendaraan listrik yang ditargetkan mulai bergulir pada awal Juni 2026. Pengumuman tersebut disampaikan dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

"Juni awal harusnya mulai jalan (pemberian subsidi kendaraan listrik), itu salah satu kebijakan yang akan kita umumkan. Nanti akan diumumkan lebih lanjut bersama dengan Pak Menperin dan Pak Menko Perekonomian untuk detailnya," ujar Purbaya.

Pemerintah, menurut Purbaya, akan menggulirkan program subsidi untuk mobil dan motor listrik dengan target awal sebanyak 100 ribu unit. Program tersebut akan berlanjut secara bertahap jika kuota awal terpenuhi. "Akan kita kasih 100 ribu subsidi mobil listrik, kalau habis, kita kasih lagi, kalau habis kita akan kasih lagi. Motor listrik juga sama, 100 ribu pertama akan kita kasih, kalau habis kita kasih lagi, kalau habis kita kasih lagi," paparnya.

Subsidi ini dinilai penting untuk mendorong konsumsi masyarakat sekaligus menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah keterbatasan pasokan minyak global. Menurut Purbaya, percepatan program ini akan memperkuat daya tahan anggaran dan perekonomian nasional. "Jadi ke depan harusnya kalau itu dipercepat, itu akan memperkuat daya tahan anggaran dan ekonomi kita," terang Bendahara Negara tersebut.

Di sisi lain, langkah ini juga menjadi upaya pemerintah dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka pendek. Purbaya berharap kebijakan tersebut dapat menjadi stimulus bagi geliat perekonomian pada triwulan ketiga dan keempat tahun ini. "Yang kita pastikan adalah semua mesin ekonomi berjalan, demand sudah kita dorong, sekarang di sektor manufaktur juga kita dorong. Jadi ekonomi bukan hanya didorong oleh pemerintah saja, tapi sektor swasta juga (ikut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional)," ucapnya.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menambahkan bahwa pembahasan dengan Purbaya juga mencakup peluang pemberian insentif kendaraan listrik sebagai langkah memperkuat industri nasional. Menurut Agus, sejak meningkatnya konflik geopolitik di Iran, orientasi pasar otomotif mulai beralih secara masif ke arah kendaraan berbasis listrik demi menekan penggunaan BBM.

Merujuk pada dinamika tersebut, Agus menilai skema pemberian insentif untuk motor dan mobil listrik dari pemerintah kini menjadi kebijakan yang semakin relevan. Hal itu bukan hanya untuk menekan emisi semata. "Sekarang ada yang lebih penting dari itu, yaitu agar kita lebih banyak mengurangi penggunaan BBM, kita lebih banyak bisa mengurangi subsidi negara," kata Agus saat memberikan keterangan di kantor Kemenkeu, Jakarta.

Agus memastikan program insentif kendaraan listrik hingga kini masih terus dipertahankan. Ia menambahkan, seluruh rumusan kebijakan antarkementerian tengah dilakukan untuk memiliki satu visi yang sama, yakni bermuara pada penguatan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Meskipun demikian, Agus tidak menampik bahwa saat ini iklim industri tengah dihadapkan pada tekanan terkait dinamika pasar dan pasokan bahan baku. "Kita ini sekarang dalam kondisi yang mungkin harus menjadi perhatian, dan yang menghadapi kondisi ini bukan hanya Indonesia, dan saya tetap percaya dengan resiliensi dari sektor manufaktur kita," tegasnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar