600 Bibit Mangrove di Halmahera Utara Tumbuh 90 Persen, Hidupkan Kembali Kawasan Pesisir Terdegradasi

- Jumat, 19 Juni 2026 | 08:00 WIB
600 Bibit Mangrove di Halmahera Utara Tumbuh 90 Persen, Hidupkan Kembali Kawasan Pesisir Terdegradasi

Sebanyak 600 bibit mangrove berhasil ditanam di pesisir Desa Kao, Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara, pada Juni 2023 lalu, dan kini menunjukkan tingkat keberhasilan tumbuh mencapai sekitar 90 persen. Kegiatan yang menutup area seluas 0,8 hektar di Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) itu merupakan hasil kolaborasi antara PT Nusa Halmahera Minerals (NHM), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Maluku Utara, DLH Kabupaten Halmahera Utara, Pemerintah Desa Kao, serta Komunitas Green Kaidati.

Hasil pemantauan terkini menunjukkan bahwa mangrove yang ditanam di sepanjang Sungai Naul telah menghijau dan menghidupkan kembali kawasan yang sebelumnya mengalami degradasi. Area yang dulunya rentan terhadap abrasi dan kenaikan air laut kini bertransformasi menjadi ekosistem produktif yang menjadi habitat bagi berbagai jenis margasatwa.

Kawasan Ekosistem Esensial memiliki peran strategis dalam restorasi lingkungan pesisir. Selain mencegah abrasi pantai, kawasan ini juga berfungsi memulihkan habitat biota perairan dan menyerap emisi karbon. Sebelum program penanaman dilakukan, wilayah pesisir Desa Kao tergolong rawan terhadap ancaman abrasi dan intrusi air laut yang mengancam permukiman warga.

Pengelolaan kawasan tersebut kini dilakukan secara berkelanjutan oleh Komunitas Green Kaidati. Melalui keterlibatan aktif masyarakat, program ini tidak hanya berfokus pada pemulihan ekologis, tetapi juga membuka peluang ekonomi, salah satunya melalui pengembangan ekowisata dan penjualan bibit mangrove.

Ketua Komunitas Green Kaidati, Zainudin Hongi, mengapresiasi kontribusi berkelanjutan NHM dalam pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan KEE Kao. Menurutnya, kehadiran perusahaan tambang tersebut telah memberikan dampak positif, baik dari sisi peningkatan kualitas lingkungan maupun peluang ekonomi bagi warga setempat.

“NHM berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan komunitas lokal dan pemerintah daerah dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan di Kabupaten Halmahera Utara,” ujar Superintendent Lingkungan dari Departemen Health Safety & Environment (HSE) NHM, Rosmini Djufri.

Sebagai bagian dari program keberlanjutan di bidang konservasi, NHM secara konsisten mendukung pengembangan kapasitas komunitas lokal. Dukungan tersebut mencakup penyediaan infrastruktur pembibitan, seperti pembangunan gazebo, instalasi listrik, fasilitas sanitasi, serta tandon air. Perusahaan juga telah membantu pengembangan pembibitan mangrove hingga mencapai 4.300 bibit yang dilakukan secara bertahap untuk mendukung usaha pembibitan yang bernilai ekonomis.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar