PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) baru saja mengamankan suntikan dana segar. Perusahaan emiten tambang ini berhasil meraih fasilitas kredit sindikasi dari gabungan bank, baik swasta nasional maupun asing. Nilainya cukup besar: USD150 juta atau sekitar Rp2,55 triliun.
Perjanjian kreditnya sendiri sudah ditandatangani Jumat lalu, 10 April 2026. Fasilitas yang bersifat bergulir ini punya masa berlaku satu tahun ke depan. Artinya, dana sebesar itu siap diputar untuk mendukung operasional perusahaan.
Lalu, siapa saja bank yang terlibat? Sindikasi ini dipimpin oleh beberapa nama besar. Ada Kasikornbank dari Thailand, lalu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), CIMB Niaga, Bank Danamon, dan Bank Maspion. BCA bertindak sebagai agen fasilitas, mengurusi administrasi pembiayaannya.
Soal bunga, diterapkan margin 2% per tahun di atas suku bunga acuan. Jangka waktunya jelas: pinjaman ini harus lunas paling lambat 10 April 2027. Yang menarik, manajemen Merdeka Gold menegaskan soal jaminan.
Begitu pernyataan resmi mereka dalam keterbukaan informasi ke Bursa, Senin (13/4/2026).
Artikel Terkait
Ekonomi Singapura Melambat di Kuartal I 2026, Konflik Timur Tengah Jadi Ancaman
Putin dan Prabowo Pererat Kerja Sama Strategis Rusia-Indonesia di Kremlin
Kebakaran Rumah Kos di Kemayoran Tewaskan Satu Orang
Produksi Minyak OPEC Anjlok Drastis pada Maret Akibat Konflik Timur Tengah