Langkah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menandatangani nota kesepahaman damai dengan Iran justru memicu kecaman dari partainya sendiri. Keputusan yang diambil secara jarak jauh dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, pada Rabu (17/6) waktu setempat itu dinilai sebagai sebuah perubahan haluan kebijakan luar negeri yang kontroversial.
Nota kesepahaman tersebut tidak hanya mengakhiri permusuhan secara permanen di semua front, termasuk di Lebanon, tetapi juga memulai gencatan senjata selama 60 hari. Lebih dari itu, dokumen yang diteken kedua pemimpin negara itu mencakup sejumlah poin krusial, seperti pencabutan blokade Amerika Serikat terhadap Iran, pemulihan lalu lintas komersial di Selat Hormuz, serta pembahasan rencana rekonstruksi senilai 300 miliar dolar AS.
Sementara itu, kesepakatan ini juga membuka jalan bagi pencabutan sanksi yang selama ini membebani perekonomian Iran. Di sisi lain, Teheran diizinkan untuk bergabung kembali ke dalam perekonomian global, dengan syarat mereka memenuhi seluruh komitmen yang telah ditentukan dalam perjanjian tersebut.
Artikel Terkait
PKB Dinilai Tak Punya Legitimasi Desak PDIP Soal Sikap Politik Abu-Abu
AS Pastikan Tiket ke 32 Besar Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Australia 2-0
Samuel Morse Mendapatkan Paten Telegraf pada 20 Juni 1840, Cikal Bakal Revolusi Komunikasi Global
PKS Hormati Pilihan Politik PDIP, Nilai Keberadaan di Luar Pemerintahan Sah dan Baik untuk Demokrasi