Komdigi Genjot Fiberisasi dan Strategi T3 untuk Dukung Industri Gim Nasional

- Senin, 10 Agustus 2026 | 12:30 WIB
Komdigi Genjot Fiberisasi dan Strategi T3 untuk Dukung Industri Gim Nasional

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus memperkuat fondasi industri gim nasional. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah percepatan fiberisasi ke berbagai daerah serta penerapan strategi 'Terhubung, Tumbuh, Terjaga' (T3) sebagai kompas kebijakan.

Hal ini disampaikan Staf Khusus Menteri Bidang Kepemudaan dan Startup Komdigi, Alfreno Kautsar Ramadhan, dalam peringatan Hari Game Indonesia di FX Sudirman, Sabtu (8/8/2026). Menurutnya, konektivitas menjadi tulang punggung digitalisasi yang krusial bagi para pengembang gim. Tanpa infrastruktur yang memadai, proses inovasi hingga distribusi gim di platform digital akan terhambat.

"Connectivity menjadi backbone of digitalization. Hari ini ketika teman-teman banyak yang punya games di digital platforms, pasti kan membutuhkan connectivity untuk upload ataupun untuk research, and that's the thing that we want to catalyze," ujar Alfreno.

Untuk itu, Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi tengah menggenjot program fiberisasi di daerah. Alfreno menyebutkan, program Kampung Internet kini telah menjangkau sekitar 2.000 titik di seluruh Indonesia. Inisiatif ini bertujuan memangkas kesenjangan akses internet, sehingga pengembang gim di pelosok desa dapat menikmati koneksi stabil untuk mendukung produktivitas mereka.

Sejalan dengan penguatan infrastruktur, Komdigi juga menerapkan strategi komprehensif T3 untuk melindungi dan menumbuhkan ekosistem digital nasional. Strategi ini menjadi fondasi bagi kementerian dalam menyinergikan pengembangan talenta dengan perlindungan industri.

"Jadi kita sekarang mempunyai arah Indonesia Digital itu terhubung, tumbuh, terjaga. Jadi T3. T3 ini kita harapkan untuk menjadi kompas bagi satu kementerian kita. Terhubung, yang tadi sudah sempat kita sampaikan bahwa connectivity menjadi salah satu prioritas kami," jelasnya.

Di sisi pertumbuhan industri, Alfreno menyoroti peran penting Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) sebagai wadah akselerasi. Melalui platform tersebut, potensi bisnis yang dihasilkan cukup signifikan, yakni mencapai USD170 juta dalam bentuk business matchmaking. Ke depannya, Komdigi berkomitmen untuk terus membuka peluang bagi pengembang lokal agar dapat bersaing di pasar global.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags