Polusi udara Jakarta kembali menjadi sorotan setelah laga AC Milan melawan Chelsea digelar di ibu kota beberapa waktu lalu. Sorotan itu muncul di media sosial Threads, yang mengunggah tangkapan layar konten Instagram resmi kedua klub. Dalam gambar tersebut, langit Jakarta tampak abu-abu pekat, memicu kritik warganet terhadap kualitas udara yang buruk.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung buka suara. Ia mengaitkan kondisi tersebut dengan minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. "Walaupun kemarin ketika Chelsea lawan AC Milan, salah satu keluhan adalah masalah apa ya, karena terlalu lama tidak pernah hujan," ujarnya di Kawasan Setia Budi, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026).
Untuk mengatasi hal itu, Pemprov DKI menyiapkan rekayasa cuaca. "Kami sedang menyiapkan hujan buatan, mudah-mudahan awannya ada, begitu awannya ada kami segera membuat hujan buatan untuk Jakarta dan sekitarnya," lanjut Pramono.
Selain upaya jangka pendek, pemerintah juga mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Pramono mengklaim penggunaan moda transportasi umum di Jakarta meningkat signifikan. "Penggunaan transportasi umum terutama yang pertama adalah TransJakarta itu meningkat hampir 15%, MRT meningkat hampir 23%, kemudian LRT lebih sedikit 12%," katanya.
Peningkatan tersebut didorong oleh sejumlah kebijakan, antara lain menjaga tarif transportasi umum tetap terjangkau serta memberikan layanan gratis bagi 15 golongan masyarakat. Selain itu, konektivitas transportasi umum kini telah mencapai lebih dari 93%, sementara tingkat pemanfaatannya naik dari sekitar 23% menjadi lebih dari 31%.
Artikel Terkait
AHY Ungkap Cita-cita Jadi Gubernur Jakarta di Hadapan Pramono Anung
Pemprov DKI Alihkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta
RDF Rorotan Siap Operasikan Tiga Jalur Pengolahan Sampah saat Pasokan Capai 2.000 Ton per Hari
Transjakarta Bakal Kelola Transportasi Laut ke Kepulauan Seribu, Tarif Dijamin Lebih Murah