Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, akhirnya memberikan klarifikasi terkait kabar yang beredar mengenai anggaran pengadaan sepatu untuk siswa sekolah rakyat sebesar Rp700 ribu. Ia menegaskan bahwa jenis sepatu yang dimaksud dalam pemberitaan berbeda dengan yang akan diadakan oleh Kementerian Sosial.
Dalam beberapa hari terakhir, sebuah foto yang memperlihatkan Gus Ipul bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memberikan sepatu kepada siswa sekolah rakyat menjadi viral di media sosial. Publik ramai memperbincangkan foto tersebut setelah muncul informasi mengenai nilai pengadaan sepatu yang mencapai Rp700 ribu per pasang. Sejumlah warganet kemudian membandingkan nominal tersebut dengan merek dan model sepatu yang terlihat dalam foto, yang disebut-sebut memiliki harga jual di bawah angka itu.
Menanggapi kegaduhan itu, Gus Ipul memberikan penjelasan secara langsung. Ia menyatakan bahwa sepatu yang akan dibeli oleh Kementerian Sosial untuk program sekolah rakyat memiliki spesifikasi yang berbeda dengan sepatu yang ada dalam foto viral tersebut.
“Beda jauh, bukan standar dari sekolah rakyat. Itu pemberian khusus dari Gubernur Jawa Timur,” ujar Gus Ipul di Kantor Kemensos, Jakarta, Selasa (5/4/2026).
Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu menambahkan bahwa sepatu yang diberikan oleh Khofifah merupakan bentuk perhatian pribadi kepala daerah setempat, bukan bagian dari pengadaan yang dilakukan oleh Kementerian Sosial. “Jadi itu pemberian khusus dari Gubernur Jawa Timur untuk siswa ke sekolah rakyat pada saat kami ada acara di Malang. Itu bukan yang dimaksud sepatu, itu diberikan kepada siswa sekolah rakyat oleh Ibu Gubernur, bukan pengadaan dari Kemensos,” jelasnya.
Artikel Terkait
Mensos Gus Ipul Bantah Mark-Up Harga Sepatu Sekolah Rakyat, Sebut Pagu Rp700 Ribu Bukan Harga Riil
Polisi Lakukan Penangkapan Paksa terhadap Pimpinan Ponpes di Pati yang Mangkir dari Pemeriksaan Kasus Pemerkosaan Santriwati
Pemerintah Targetkan Subsidi Kendaraan Listrik Mulai Juni 2026 untuk Dorong Ekonomi dan Tekan Konsumsi BBM
Oknum TNI Diduga Pukul Penjaga Warung hingga Rusak Etalase di Kemayoran, Pelaku Justru Klaim Luka Tusuk