Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin punya target yang jelas. Ia ingin perbaikan rumah bagi para tenaga kesehatan di Sumatera yang rumahnya rusak akibat bencana, bisa segera dimulai. Bahkan, ia berharap prosesnya sudah berjalan saat Ramadan dan usai sebelum Lebaran tiba.
"Idealnya, saat puasa mulai, pekerjaan sudah masuk. Atau kalau bisa ya jangan lewat Lebaran lah ya," ujar Budi dalam sebuah konferensi pers daring, Senin lalu.
Nada suaranya terdengar mendesak. Menurutnya, kunci percepatan ini ada pada kelengkapan data.
"Makanya kita sekarang sudah nih batch 1 kan. Habis data ini rapi, nanti harus ada verifikasi yang dilakukan oleh BNPB," jelasnya.
Ia mengaku, saat ini Kemenkes sudah menyelesaikan pendataan tahap awal. Ribuan nama sudah terkumpul. Namun begitu, data mentah itu belum cukup. Perlu ada proses verifikasi dari BNPB sebelum bantuan bisa turun. Kabar baiknya, Budi melihat komitmen kuat dari BNPB untuk mempercepat langkah ini. Dukungan juga mengalir dari Kemendagri yang mendorong pemerintah daerah melengkapi berkas.
Tanpa data yang valid dan terverifikasi, semuanya akan mandek. BNPB tak bisa bergerak.
"Karena tanpa data yang benar, BNPB juga enggak bisa bergerak. Sesudah verifikasi ini terjadi, nanti BNPB bisa menyalurkan," tegas Budi.
Ia bahkan punya harapan yang sangat optimis untuk tahap awal ini.
"Kalau saya berharap, kalau bisa, ini harus kerja sama dengan BNPB juga didukung sama Kemendagri nih, kalau bisa minggu depan sudah mulai ada pencairan," katanya.
Targetnya lebih luas lagi. Budi ingin sebagian besar bantuan sudah disalurkan sebelum Ramadan benar-benar berjalan. Ramadan diperkirakan jatuh di pertengahan Februari nanti.
"Februari tengah kalau bisa ya sebagian besar sudah disalurkan, sehingga mereka bisa memperbaiki rumahnya dan kembali ke rumahnya," tuturnya.
Pada gelombang pertama, data yang masuk cukup signifikan: tercatat 3.265 rumah nakes di tiga provinsi terdampak. Data itu dilengkapi dengan klasifikasi kerusakan, dari yang ringan sampai berat. Semuanya kini berada di tangan BNPB untuk diverifikasi sesuai aturan.
Di balik semua target administratif ini, ada urgensi manusiawi yang coba ditekankan Budi. Bagi para dokter, perawat, dan bidan di garis depan, rumah yang hancur bukan cuma soal atap dan dinding. Itu adalah pusat ketenangan mereka.
"Ini rumah-rumah ini kan (hancur), ya gimana orangnya bisa kerja. Kan saya kebayang ya. Sebagai tenaga kesehatan kalau rumahnya dia aja begini, pasti dia mikir kan," pungkas Budi. Logikanya sederhana: bagaimana mungkin mereka bisa fokus merawat orang lain, jika tempat mereka pulang sendiri masih dalam keadaan berantakan?
Artikel Terkait
Christian Eriksen Kolaps di Laga Denmark vs Ukraina, Kondisi Dilaporkan Stabil
Timnas U-19 Indonesia Juara Grup A Usai Taklukkan Vietnam 2-1, Melaju ke Semifinal Piala AFF U-19 2026
Marc Marquez Sempurnakan Hattrick di MotoGP Hungaria 2026, Acosta dan Bagnaia Podium
Indra/Joaquin Runner-Up Indonesia Open 2026, Tembus 10 Besar Dunia