Pelemahan Rupiah Tahan Anjloknya Harga Emas Domestik, Analis Ungkap Anomali Pasar

- Senin, 08 Juni 2026 | 04:20 WIB
Pelemahan Rupiah Tahan Anjloknya Harga Emas Domestik, Analis Ungkap Anomali Pasar

Harga emas, baik di pasar global maupun domestik, tengah menunjukkan tren pelemahan dalam beberapa hari terakhir. Namun, analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan sebuah anomali menarik di balik penurunan tersebut. Menurutnya, kemerosotan harga logam mulia di dalam negeri justru terselamatkan dan tertahan oleh faktor lain, yaitu pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Pada penutupan perdagangan sebelumnya, Ibrahim memaparkan bahwa harga emas global berada di level USD4.327 per troy ons. Sementara itu, harga logam mulia Antam di Indonesia ditutup stagnan pada angka Rp2.738.000 per gram. Kondisi ini menunjukkan adanya daya tahan yang tidak lazim di tengah tekanan pasar global.

"Ya emas dunia pun akhirnya melemah, kemudian logam mulia pun juga melemah. Nah, pelemahan logam mulia ini tertahan oleh pelemahan mata uang rupiah, sehingga untuk harga emas ini akan tertahan pelemahannya," jelas Ibrahim dalam keterangannya, Minggu (7/6/2026).

Ia menambahkan, jika posisi mata uang Garuda saat ini stabil dan tidak mengalami depresiasi, harga emas batangan di dalam negeri diproyeksikan sudah anjlok jauh lebih dalam. "Jadi ketahanan melemahnya logam mulia tertahan oleh pelemahan mata uang rupiah. Kalau rupiahnya tidak melemah, kemungkinan sudah di bawah Rp2.500.000-an, tapi karena rupiahnya melemah, ini tertahan. Jadi stagnannya kemarin ditutup di Rp2.738.000-an," imbuhnya.

Apabila tekanan di pasar komoditas terus berlanjut dan memicu koreksi lebih lanjut, Ibrahim telah memetakan beberapa titik jenuh bawah atau support teknikal yang perlu diwaspadai investor dalam sepekan ke depan. Untuk emas dunia, jika melemah, level support pertama berada di USD4.264 per troy ons. Jika koreksi berlanjut, harga dapat merosot lebih jauh. Sementara itu, logam mulia domestik diperkirakan akan menguji level Rp2.708.000 per gram. Apabila pelemahan semakin besar, harga berpotensi mendarat di kisaran Rp2.630.000 per gram.

"Kalau seandainya melemah, support-nya di Rp2.708.000 per gram. Kalau seandainya melemah kembali, kemungkinan besar harga logam mulia itu di Rp2.630.000. Itu kalau seandainya emas dunia dan logam mulia terkoreksi," kata Ibrahim.

Di sisi lain, meskipun saat ini dibayangi tren penurunan, peluang pembalikan arah atau rebound tetap terbuka. Jika sentimen pasar berbalik positif, Ibrahim merinci target kenaikan atau resistance. Emas dunia berpotensi menguat menuju USD4.384 per troy ons, dan jika reli berlanjut, target berikutnya berada di level USD4.560 per troy ons. Sedangkan logam mulia domestik berpotensi merangkak naik ke level Rp2.768.000 per gram, dengan target penguatan puncak di level Rp2.830.000 per gram.

Secara keseluruhan, Ibrahim memproyeksikan dalam satu minggu ke depan, emas dunia akan diperdagangkan secara berkisar antara USD4.153 hingga USD4.560 per troy ons. Sementara itu, logam mulia domestik akan bergerak di rentang batas bawah Rp2.630.000 per gram hingga batas atas Rp2.830.000 per gram.

Menariknya, Ibrahim melihat penurunan harga komoditas ini justru dimanfaatkan secara agresif oleh institusi finansial global. "Nah, pada saat harga emas dunia, ya emas fisik ini relatif lebih murah. Supply dan demand bank sentral global itu terus melakukan pembelian," kata dia, menandakan bahwa aksi beli justru meningkat di tengah pelemahan harga.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar