Nilai bisnis Indian Premier League (IPL) melesat hingga USD 20,6 miliar pada 2026, menegaskan pertumbuhan dua digit yang terus berlanjut. Angka ini dirilis oleh bank investasi global Houlihan Lokey dalam Studi Valuasi Merek IPL 2026.
Menurut studi tersebut, nilai merek mandiri liga kriket ini naik menjadi USD 4,3 miliar, tumbuh 10,3 persen dari tahun sebelumnya. Secara global, capaian ini hanya berada di bawah National Football League (NFL) dalam kalkulasi per pertandingan.
Valuasi tim-tim IPL melonjak drastis berkat rentetan kesepakatan bernilai fantastis. Pada Mei lalu, konsorsium yang dipimpin miliarder industri baja Lakshmi Mittal dan konglomerat vaksin Adar Poonawalla mengumumkan rencana pembelian waralaba Rajasthan Royals dengan nilai transaksi USD 1,65 miliar. Sebelumnya, pada Maret, perusahaan minuman keras United Spirits Ltd. menjual saham Royal Challengers Bengaluru (RCB) kepada konsorsium yang melibatkan miliarder Kumar Mangalam Birla dan The Times of India Group dengan nilai mendekati USD 1,8 miliar.
Diluncurkan pada 2008, IPL berhasil menggaet para pemilik klub yang merupakan figur publik nasional, mulai dari Mukesh Ambani orang terkaya kedua di India hingga bintang Bollywood Shah Rukh Khan. Liga ini juga konsisten menarik pemain kriket terbaik dunia untuk berkompetisi selama musim pertandingan yang berlangsung sekitar dua bulan setiap tahunnya.
“IPL merepresentasikan perpaduan unik antara olahraga, media, dan peluang konsumen, yang ditopang oleh transparansi pendapatan yang kuat, struktur biaya yang disiplin, serta basis penonton global yang terus meluas,” ujar Harsh Talikoti, Direktur Penasihat Keuangan dan Valuasi Houlihan Lokey. Bank investasi tersebut mencatat nilai bisnis IPL tumbuh 11,4 persen pada 2026.
Adapun tim paling bernilai di liga ini adalah sang juara bertahan, Royal Challengers Bengaluru.
Artikel Terkait
IPL 2025: Bagaimana Pembaruan Pertandingan Langsung Mengubah Cara Penggemar Menikmati Kriket