Hujan tak henti-hentinya mengguyur kawasan Puncak, Bogor, Senin sore kemarin. Bukan cuma deras, anginnya juga mengamuk. Kombinasi alam yang ganas itu berakhir dengan bencana: tanah di Megamendung tiba-tiba amblas.
Akibatnya, satu rumah di bagian depan langsung ambruk, terseret longsor. Dua rumah tetangganya pun ikut terdampak, rusak parah. Kejadiannya sekitar pukul empat sore, saat hujan sedang mencapai puncaknya.
Menurut sejumlah saksi, suara gemuruh tanah longsor itu terdengar jelas, diikuti oleh keruntuhan bangunan. Seketika, kepanikan melanda warga sekitar.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, mengonfirmasi kejadian ini. "Hujannya sangat deras, anginnya kencang sekali. Tiang-tiang beton penyangga rumah akhirnya amblas dan patah," ujarnya kepada wartawan, Senin malam.
"Tiga unit rumah warga rusak. Untuk sekarang, kami sudah lakukan kaji cepat dan para penghuni sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman," lanjut Adam.
Namun begitu, situasi di lokasi masih sangat berbahaya. "Barang-barang milik korban belum bisa dievakuasi. Tanahnya masih labil, risikonya tinggi," jelasnya.
Artikel Terkait
Trump Ancang-ancang Kenakan Tarif ke Negara yang Tolak Ambisi AS atas Greenland
Perempuan Kabur dari Rumah karena Masalah Keluarga, Ditemukan Polisi di Kedai Kopi
BPJS Kesehatan Apresiasi 27 Faskes Pelopor Digitalisasi Layanan JKN
Dubes Junimart Girsang Bangkitkan Kembali Diplomasi Indonesia di Italia Setelah Dua Tahun Vakum