Suasana di halaman Masjid Nurul Yaqin, Dusun Satelit Graha, sore itu terasa berbeda. Menjelang waktu berbuka, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto duduk lesehan bersama warga, para praja IPDN, dan jajaran Forkopimda Kabupaten Aceh Tamiang. Acara buka puasa bersama ini bukan sekadar acara seremonial belaka. Ia menandai akhir penugasan Gelombang II para praja di wilayah yang sempat terdampak itu.
Hampir sebulan mereka berada di sini. Dan dalam kesempatan terakhir ini, Bima Arya mengajak para mahasiswa institut pemerintahan itu untuk berbagi cerita. Pengalaman di lapangan, katanya, adalah bentuk pengabdian yang nyata. Bukan cuma soal menyelesaikan tugas, tapi lebih tentang mencurahkan tenaga dan kepedulian untuk membantu warga bangkit.
"Itulah yang disebut "the pleasure of giving", kebahagiaan dalam memberi," ujar Bima.
Ia berharap momen ini menjadi pelajaran berharga. Bekal untuk membangun keikhlasan dan empati, dua hal penting bagi calon-calon aparatur pemerintah nantinya.
Namun begitu, kepulangan mereka bukanlah akhir cerita. Menurut Bima, sesuai arahan Mendagri Tito Karnavian, proses pemulihan di Aceh Tamiang akan terus berlanjut. Akan datang gelombang ketiga praja IPDN untuk meneruskan upaya yang sudah dimulai.
"Ini bukan penutupan... insyaallah... akan hadir gelombang ketiga untuk membantu kembali," tegasnya.
Di sisi lain, apresiasi tinggi datang dari Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi. Ia melihat sendiri perubahan di Kompleks BTN Satelit Graha. Dari kondisi yang cukup parah, kini mulai menunjukkan perkembangan. Selain urusan bersih-bersih lumpur, kehadiran para praja disebutnya ikut menggeliatkan kembali aktivitas ekonomi warga.
Armia juga sudah memetakan langkah selanjutnya. Target pembersihan untuk gelombang mendatang kemungkinan akan difokuskan di Kecamatan Rantau dan Kota Kuala Simpang.
"Karena masih banyak lumpur-lumpur yang kita harus bersihkan," jelasnya.
Ia punya pesan khusus untuk para praja. "Kalian jangan jadikan beban setiap persoalan. Jadikan apa? Jadikanlah tantangan yang itu harus kita hadapi," tandas Armia.
Ucapan terima kasih juga mengalir dari warga. Seperti dari Asniwati, yang rumah dan saluran airnya akhirnya bersih dari lumpur. Ia mengaku sangat terbantu. Aktivitas sehari-hari yang dulu terhambat, kini sudah bisa kembali normal. Harapannya sederhana: silaturahmi seperti ini bisa terulang lagi. Beberapa warga lain punya cerita serupa, terutama soal parit dan saluran air yang akhirnya berfungsi dengan baik.
Sebelum adzan magrib berkumandang, suasana semakin cair. Bima Arya ikut memeriahkan acara dengan permainan interaktif, diselingi pembagian cinderamata sebagai kenang-kenangan. Rupanya, selain acara buka puasa ini, dalam kunjungan kerjanya Bima juga sempat meninjau langsung sejumlah titik. Ia mendatangi kantor-kantor seperti Dinas Dukcapil dan Dinas Kesehatan, serta menyusuri dusun-dusun yang jadi lokasi operasi pembersihan. Semua untuk memastikan kerja para praja di lapangan benar-benar tepat sasaran.
Artikel Terkait
Wamendagri Soroti Keberhasilan Kampung Jambon Gesikan Magelang sebagai Role Model Lingkungan
Polda Sumsel Bersihkan Masjid dan Gereja dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80
Trump Desak Hizbullah Patuhi Gencatan Senjata Lebanon-Israel
Polisi Hentikan Penyidikan Tiga Tersangka Tudingan Ijazah Palsu Jokowi