Stok BBM dan LPG nasional dipastikan aman hingga awal 2026. Begitulah penegasan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, usai meninjau langsung Terminal BBM Plumpang di Jakarta Utara, Minggu lalu. Ia menyebut cadangan bahan bakar kita jauh di atas ambang batas minimal yang ditetapkan.
“Saya tadi mendapat pemaparan langsung dari Direksi Pertamina dan dari BPH Migas bahwa untuk stok BBM nasional kita di atas standar minimum,” ujar Bahlil.
Rata-ratanya, kata dia, mencapai sekitar 20 hari. Angka ini terlihat cukup sehat jika dibandingkan standar cadangan minimum nasional yang hanya berkisar 17 sampai 18 hari. Bahkan, cadangan maksimal yang bisa diupayakan adalah 21 hari. Jadi posisi kita sekarang berada di tengah-tengah rentang aman itu.
“Standar minimum kita ada yang 17 hari dan ada yang 18 hari. Tapi di atas itu, artinya rata-rata di atas 18 hari, sekitar 20 hari. Kalau 20 hari, karena standar cadangan kita maksimalkan 21, sekarang di antara 18 sampai 21 hari. Jadi rata-rata sekitar 20 hari,” paparnya lebih rinci.
Artikel Terkait
Pemerintah Belum Ubah Batas Harga Tiket Pesawat Meski Tekanan Biaya Operasional Meningkat
Komnas HAM Kaji Berbagai Opsi Penanganan Kasus Penyiranan Aktivis KontraS
Prabowo Undang Pengusaha Jepang Tingkatkan Investasi di Indonesia
Prabowo Buka Pintu Investasi Lebar-Lebar untuk Jepang di Tokyo