Banjir Bandang Rendam Enam Kecamatan di Tapanuli Tengah, Jembatan Darurat Hanyut

- Rabu, 11 Februari 2026 | 23:05 WIB
Banjir Bandang Rendam Enam Kecamatan di Tapanuli Tengah, Jembatan Darurat Hanyut
Banjir Bandang Terjang Tapanuli Tengah, Jembatan Darurat Hanyut

MURIANETWORK.COM - Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, kembali dilanda bencana banjir bandang pada Rabu (11 Februari 2026). Hujan deras yang mengguyur sejak sore menyebabkan sejumlah sungai meluap, menggenangi setidaknya enam kecamatan dan menghanyutkan sebuah jembatan darurat.

Enam Kecamatan Terdampak

Banjir yang datang dengan cepat itu melanda wilayah yang cukup luas. Berdasarkan laporan dari lapangan, genangan air merendam permukiman di Kecamatan Tukka, Sibabangun, Sarudik, Pandan, Barus, dan Sitahuis. Ketinggian air di beberapa titik dilaporkan bervariasi, bahkan mencapai sekitar satu meter di area pemukiman warga.

Jembatan Darurat Hanyut dan Hambatan Kayu

Dampak material pun tak terhindarkan. Sebuah jembatan darurat yang menghubungkan ke Desa Sibio-bio di Kecamatan Sibabangun dilaporkan hanyut diterjang arus yang deras.

Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu mengonfirmasi kejadian tersebut. "Jembatan darurat menuju Desa Sibio-bio Kecamatan Sibabangun hanyut," tuturnya.

Selain itu, material kayu dan ranting yang terbawa arus menimbulkan hambatan baru. Banyak kayu dilaporkan tersangkut dan menumpuk di sekitar Jembatan Jalan ST Z Tampubolon, yang menghubungkan Kelurahan Aek Tolang Induk dan Aek Tolang. Hal ini berpotensi memperlambat aliran air dan meningkatkan risiko kerusakan pada struktur jembatan.

Masinton Pasaribu menambahkan kondisi di lokasi tersebut. "Air sungai di jembatan Jalan ST.Z Tampubolon antara Kelurahan Aek Tolang Induk dan Kelurahan Aek Tolang banyak kayu tertahan/terhambat," jelasnya.

Pemantauan dan Kondisi Terkini

Kejadian ini mengingatkan kembali pada kerentanan wilayah tersebut terhadap cuaca ekstrem. Hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi yang singkat seringkali memicu luapan sungai-sungai di Tapanuli Tengah. Pihak berwenang setempat diduga masih melakukan pemantauan menyeluruh untuk menilai skala kerusakan dan dampak yang dialami masyarakat, sambil bersiaga terhadap kemungkinan perkembangan kondisi cuaca.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar