JAKARTA Koalisi pendukung Presiden Prabowo Subianto tampaknya sudah mulai bergerak. Fokusnya satu: mendorong petahana untuk maju lagi di Pilpres 2029. Dukungan untuk dua periode ini disuarakan kompak oleh sejumlah partai, meski di baliknya ada dinamika internal yang menarik untuk disimak.
Viva Yoga, Wakil Ketua Umum PAN, dengan tegas menyatakan hasil Rakernas partainya sudah final: mendukung Prabowo. Tapi, ceritanya nggak berhenti di situ. Di internal PAN, muncul juga aspirasi agar Ketua Umum mereka dipertimbangkan jadi calon wakil presiden.
“Itu hal yang wajar dalam dinamika politik,” ujar Viva.
Meski begitu, dia menegaskan keputusan akhir soal pasangan akan diserahkan sepenuhnya ke Prabowo. Viva menyebut wacana ini sekaligus jadi cara untuk “testing the water”, merespons aspirasi kader sekaligus mengukur suhu politik.
Di sisi lain, PSI bersikap lugas. Juru Bicara mereka, Dedek Prayudi, bilang posisi partainya tetap konsisten: mendukung kelanjutan duet Prabowo-Gibran untuk dua periode penuh.
“Setiap partai sah-sah saja mengusung nama. Tapi yang paling menentukan nanti ya chemistry-nya dengan Pak Prabowo,” kata Dedek.
Pandangan serupa datang dari Partai Demokrat. Ahmad Khoirul Umam melihat dinamika ini sebagai bumbu biasa dalam demokrasi. Menurutnya, kepemimpinan dua periode itu penting untuk menjaga konsolidasi kebijakan dan kesinambungan program.
Tapi soal siapa yang akan mendampingi, Umam menekankan itu sepenuhnya hak prerogatif presiden. Pertimbangannya bisa macam-macam, mulai dari elektabilitas, ideologi, sampai dampaknya di peta elektoral.
Sementara itu, dari kubu PKB, Syaiful Huda menyoroti alasan yang lebih substantif. Dukungan mereka untuk dua periode Prabowo, katanya, dilandasi komitmen mengubah sistem ekonomi ke arah ekonomi konstitusi sesuai Pasal 33 UUD 1945.
“Soliditas koalisi itu kunci,” tegas Huda. Menurutnya, pemerintahan harus efektif dan produktif agar bisa bekerja maksimal selama sepuluh tahun.
Memang sempat ada candaan Prabowo bahwa PKB “perlu diawasi”. Tapi Huda menampik itu jadi masalah. Begitu memutuskan gabung koalisi, komitmen PKB total. Titik.
Geliat dukungan ini muncul sangat awal, mengingat Pilpres 2029 masih empat tahun lagi. Tapi itulah politik, segala sesuatunya harus dipersiapkan dari jauh-jauh hari. Koalisi pendukung Prabowo tampaknya ingin memastikan peta jalan mereka sudah jelas, meski soal nama wapres masih jadi ruang diskusi yang terbuka lebar.
Artikel Terkait
Netanyahu dan Trump Gelar Pertemuan Rahasia di Gedung Putih Bahas Iran
Polisi Selamatkan Empat Anak Korban Perdagangan Orang dari Pedalaman Jambi
Ahli Soroti Reformasi Kultural sebagai Kunci Utama Perubahan di Tubuh Polri
Istri Ayah Bupati Bekasi Nonaktif Diperiksa KPK Terkait Kasus Ijon Rp9,5 Miliar