JAKARTA – Di ruang sidang yang pengap, Ammar Zoni sekali lagi bersuara. Kali ini, permintaannya spesifik: ia mendesak majelis hakim untuk memutar rekaman CCTV. Permintaan itu bukan tanpa alasan. Aktor tersebut ingin bukti visual itu mengungkap apa yang ia sebut sebagai intimidasi dan kekerasan oleh oknum penyidik Polsek Cempaka Putih.
Sidang lanjutan pada Kamis (22/1/2026) itu berlangsung tegang. Ammar, dengan nada tegas, berargumen bahwa sebagai terdakwa, ia berhak mengajukan alat bukti. Ia berharap hakim memerintahkan JPU untuk menghadirkan rekaman itu. “Pemeriksaan harus menyeluruh,” begitu kira-kira tekanannya.
Menurut sejumlah saksi, upayanya tak setengah-setengah. Ammar dan lima terdakwa lain bahkan sudah menyerahkan surat permohonan resmi. Bagi mereka, majelis hakim adalah harapan terakhir. Hanya perintah dari majelis yang bisa memaksa rekaman itu muncul di persidangan.
Namun begitu, jalur hukum saja dirasa tak cukup. Ammar pun membuka front lain: dukungan publik. Usai sidang, ia secara terbuka meminta bantuan.
“Jadi kami minta tolong, mungkin nanti dengan bantuan teman-teman media dan semua netizen, supaya CCTV itu tetap harus dihadirkan,”
Ucapannya singkat, tapi jelas. Ia ingin sorotan media dan desakan netizen mendorong proses hukum.
Persoalannya tak cuma soal CCTV. Ammar juga menyelipkan keberatan lain. Ia tak ingin lagi dititipkan di Rutan Salemba, atau bahkan dipindah ke Nusakambangan. Pilihannya adalah Lapas Narkotika Cipinang, yang ia anggap lebih proporsional untuk warga binaan seperti dirinya.
Di akhir pernyataannya, ada permintaan yang lebih personal. Ia meminta doa. Doa agar perkara ini segera berakhir, proses hukumnya transparan, dan ia bisa pulang ke keluarga. Ada nuansa harap dan lelah yang terasa.
Sayangnya, jalan menuju rekaman itu masih terhalang. Sebelumnya, Majelis Hakim PN Jakarta Pusat sempat berpendapat bahwa kehadiran CCTV belum mendesak. Posisi JPU pun sama. Mereka beralasan tak punya kewenangan karena CCTV berada di instansi yang berbeda dengan penyidik. Alasan klasik, tapi sering jadi tembok yang sulit ditembus.
Artikel Terkait
Natha Panggil Wira “Ayah” di Sidang, Gugatan Warisan Sinetron ‘Turun Ranjang’ Makin Memanas
Nasabah PNM Mekaar di Serang Berhasil Tekan Sampah Rumah Tangga hingga 55 Persen Lewat Bank Sampah MATA
Ria Ricis Akui Operasi Hidung demi Kesehatan, Bukan Sekadar Estetik
Puasa Ayyamul Bidh Dzulqa’dah 1447 H Jatuh pada 1-3 Mei 2026, Ibadah di Bulan Haram Berpahala Lipat Ganda