Di tengah gejolak pasar yang lagi-lagi tak menentu, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) punya rencana. Perusahaan ini mengumumkan niatnya untuk membeli kembali sahamnya sendiri, atau buyback, dengan nilai maksimal mencapai Rp2 miliar. Aksi ini rencananya bakal digelar dalam rentang waktu yang cukup panjang, mulai 17 Maret hingga 17 Juni 2026 nanti.
Harganya? Manajemen bilang, pembelian akan dilakukan pada level harga yang sama atau bahkan lebih rendah dari transaksi pasar sebelumnya. Ini jadi semacam sinyal, mungkin, di saat harga saham GEMA terpantau stagnan di Rp82 per lembar pada Senin (16/3/2026). Padahal, di akhir pekan sebelumnya, saham ini sempat terpuruk dengan penurunan hampir 6 persen.
Namun begitu, perusahaan tetap memasang sejumlah batasan. Jumlah saham yang ditarik kembali nggak akan melebihi 20 persen dari total modal yang sudah ditempatkan dan disetor. Poin penting lainnya: porsi saham yang beredar di publik atau free float harus tetap dijaga minimal 7,5 persen setelah seluruh proses buyback selesai.
Lalu, dananya dari mana? Menurut keterangan resmi, GEMA akan mengandalkan kas internal perusahaan. Bukan dari utang atau hasil penawaran saham baru. Mereka juga menegaskan bahwa langkah strategis ini diyakini nggak akan bikin kinerja operasional atau kondisi keuangan perusahaan terganggu.
Dampak terhadap pendapatan diperkirakan sangat kecil, begitu pula efeknya pada struktur pembiayaan. Intinya, perusahaan merasa ini adalah langkah yang aman.
"Pelaksanaan buyback tidak akan mengganggu kegiatan usaha maupun prospek pertumbuhan perusahaan dan dapat membantu menstabilkan harga saham perseroan di tengah volatilitas pasar,"
Begitu penjelasan manajemen dalam keterbukaan informasi yang dirilis Senin lalu. Langkah ini seperti upaya untuk merawat kepercayaan investor, sekaligus menahan laju penurunan di saat pasar sedang gamang.
Artikel Terkait
Danantara Klaim Pertemuan dengan 122 Investor AS Pulihkan Kepercayaan Pasar Global terhadap Ekonomi Indonesia
Kesepakatan AS-Iran Redakan Ketegangan Global, Bitcoin Tembus 65.900 Dolar AS
Sepuluh Saham Ini Catat Pertumbuhan Investor Tertinggi di Tengah IHSG Terkoreksi 11,92 Persen pada Mei 2026
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk Raup Rp498 Miliar dari Private Placement, Dua Investor Institusi Masuk