Danantara Klaim Pertemuan dengan 122 Investor AS Pulihkan Kepercayaan Pasar Global terhadap Ekonomi Indonesia

- Senin, 15 Juni 2026 | 22:40 WIB
Danantara Klaim Pertemuan dengan 122 Investor AS Pulihkan Kepercayaan Pasar Global terhadap Ekonomi Indonesia

Pertemuan langsung dengan 122 investor global di Amerika Serikat disebut berhasil memulihkan kepercayaan pasar internasional terhadap kebijakan ekonomi Indonesia. Klaim tersebut disampaikan oleh CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, di Kompleks Istana Kepresidenan pada Senin, 15 Juni 2026.

Menurut Rosan, korelasi antara pertemuan itu dengan pemulihan sentimen pasar sangat kuat. Sebab, para investor yang ditemui merupakan pihak-pihak yang telah menanamkan modal di pasar modal Indonesia. Pertemuan tersebut dirancang khusus oleh pemerintah sebagai langkah taktis untuk membalikkan persepsi negatif global terhadap arah kebijakan ekonomi di bawah pemerintahan baru.

Rosan yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi menjelaskan, sebelumnya para pemodal internasional sempat meragukan komitmen regulasi fiskal dan iklim investasi domestik. Oleh karena itu, kunjungan kerja ke luar negeri itu dimanfaatkan untuk memaparkan secara langsung fungsi Badan Pengelola Investasi Danantara sebagai institusi baru pertahanan ekonomi nasional.

“Pada saat mereka melihat bahwa ‘oh ternyata apa yang dilakukan’, dalam hal ini Danantara dan juga kebijakan-kebijakannya, ini membalikkan momentum yang tadinya persepsi yang ada itu mohon maaf, mungkin tadinya mereka ragu-ragu mengenai ekonomi Indonesia, mengenai kebijakan kita,” kata dia.

Respons positif dari pasar keuangan Amerika Serikat disebut menjadi motor penggerak utama saat ini. Dampak instan dari pertemuan tersebut, menurut Rosan, sudah terlihat pada penguatan nilai tukar rupiah dan indeks saham di bursa domestik.

Di sisi lain, proses pemulihan kepercayaan pasar modal melalui metode penjelasan langsung memerlukan pembuktian kapasitas profesionalitas pengelola lembaga. Rosan mengungkapkan, para investor global memberikan sejumlah pertanyaan kritis terkait tata kelola dan akuntabilitas publik Danantara sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali menempatkan modalnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar