Sepanjang perdagangan bulan Mei 2026, sebanyak sepuluh saham mencatatkan pertumbuhan jumlah investor tertinggi di tengah tekanan yang masih membayangi pasar modal. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada periode yang sama ditutup di level 6.127, atau terkoreksi hingga 11,92 persen secara bulanan. Kapitalisasi pasar IHSG pun menyusut 13,35 persen menjadi Rp10.729 triliun. Seluruh indeks sektoral tercatat mengalami penurunan, dengan sektor bahan baku dan energi menjadi yang paling tertekan.
Meskipun kinerja pasar secara umum melemah, minat investor terhadap sejumlah emiten justru meningkat. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih menjadi saham dengan jumlah investor terbanyak, yaitu mencapai 767.370 akun. Posisi berikutnya ditempati PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan total 729.410 akun. Namun, dari sisi pertambahan jumlah investor, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memimpin dengan tambahan 38.868 akun dalam sebulan terakhir.
Kenaikan jumlah investor BMRI setara dengan pertumbuhan 12 persen secara bulanan. Di urutan kedua, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan penambahan 26.308 akun, atau tumbuh 12,05 persen. Sementara itu, PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) menempati posisi ketiga dengan tambahan 20.408 akun, yang menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 264,94 persen secara bulanan.
Daftar sepuluh besar saham dengan peningkatan jumlah investor tertinggi pada Mei 2026 juga mencakup PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dengan tambahan 19.396 akun, PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) sebanyak 19.198 akun, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang mencatatkan penambahan 17.348 akun. Selanjutnya, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) bertambah 15.397 akun, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebanyak 12.750 akun, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan 11.469 akun, serta PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang menambah 11.298 akun.
Menariknya, dari sepuluh emiten tersebut, tiga di antaranya merupakan saham yang dikendalikan oleh konglomerat Prajogo Pangestu, yaitu CUAN, BRPT, dan TPIA. Kehadiran ketiga saham ini dalam daftar menunjukkan bahwa minat investor terhadap emiten kelompok usaha tersebut masih cukup tinggi di tengah volatilitas pasar.
Sebagai perbandingan, pada April 2026, saham dengan peningkatan jumlah investor tertinggi adalah PT Jaya Swaraya Agung Tbk (TAYS) yang mencatatkan tambahan 49.701 akun. Disusul PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan 46.510 akun, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang saat itu menambah 26.408 akun. Perubahan komposisi ini menunjukkan dinamika preferensi investor yang bergeser setiap bulan, seiring dengan kondisi pasar dan sentimen terhadap masing-masing emiten.
Artikel Terkait
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk Raup Rp498 Miliar dari Private Placement, Dua Investor Institusi Masuk
Utang Luar Negeri Indonesia Naik 1,9 Persen Jadi 439,8 Miliar Dolar AS per April 2026
Wilmar Cahaya Indonesia Tetap Bagikan Dividen Rp150 per Saham Meski Laba Bersih Anjlok 40 Persen
Sektor Barang Konsumsi Dinilai Jadi Tempat Berlindung Aman bagi Investor di Tengah Risiko Kebijakan