Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan rasa syukurnya atas terjadinya perang dengan Iran, dengan alasan konflik tersebut telah menjauhkan negaranya dari ancaman senjata pemusnah massal, khususnya nuklir. Pernyataan ini disampaikan di tengah dinamika politik Timur Tengah yang kembali memanas pasca-gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Dalam pernyataan resmi yang dikutip dari laporan media internasional pada Selasa (16/6/2026), Netanyahu menegaskan bahwa kampanye militer gabungan antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah menyelamatkan negaranya dari apa yang ia sebut sebagai ancaman "pemusnahan nuklir" yang berasal dari Republik Islam Iran. Ini merupakan komentar pertama Netanyahu setelah Washington dan Teheran menyetujui kesepakatan untuk mengakhiri perang di kawasan Timur Tengah.
"Yang terpenting adalah kita telah menyelamatkan Negara Israel dari ancaman pemusnahan nuklir," ujar Netanyahu dalam konferensi pers yang disiarkan secara televisi.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tanpa intervensi militer tersebut, rakyat Israel akan menghadapi bahaya besar berupa kematian massal. Netanyahu bersyukur karena operasi ini berhasil menjauhkan ancaman itu dari wilayahnya untuk waktu yang panjang.
"Dan apa artinya itu? Itu berarti jutaan warga Israel Anda yang mendengarkan saya sekarang Anda semua akan berada dalam bahaya besar kematian massal. Dan kita telah menjauhkan diri dari kita, selama bertahun-tahun, dari bahaya pemusnahan penduduk Israel ini," katanya dalam kesempatan yang sama.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memastikan bahwa kesepakatan damai antara AS dan Iran telah ditandatangani. Trump juga menegaskan bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka sepenuhnya pada Jumat (19/6) mendatang. Pernyataan ini disampaikan Trump di Evian-Les-Bains, Prancis, di hadapan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
"Kesepakatan dengan Teheran sudah ditandatangani," kata Trump.
Namun, Trump tidak memberikan penjelasan lebih lanjut apakah Iran juga turut menandatangani dokumen kesepakatan tersebut. Ia hanya menambahkan bahwa Selat Hormuz sudah sebagian dibuka sebagai bagian dari implementasi awal perjanjian itu.
Artikel Terkait
PDIP Sebut Jokowi Jadi Bahan Pelajaran Pahit di Internal Partai, Bukan untuk Dikenang
Pemerintah Kota Malang Pindahkan Lokasi Nobar Piala Dunia ke Malang Creative Center
Kesepakatan Damai Iran-AS Hampir Gagal di Menit Akhir Akibat Manuver Netanyahu, Pakistan Konfirmasi Penandatanganan di Swiss
MK Targetkan Putusan Gugatan Makan Bergizi Gratis dari Dana Pendidikan pada Juli 2026