Noussair Mazraoui Buka Suara: Pensiun dari Sepak Bola untuk Fokus Jadi Imam dan Hafiz Quran

- Sabtu, 04 April 2026 | 03:00 WIB
Noussair Mazraoui Buka Suara: Pensiun dari Sepak Bola untuk Fokus Jadi Imam dan Hafiz Quran

Dunia sepak bola lagi-lagi dikejutkan oleh sebuah pernyataan yang tak biasa. Kali ini datang dari Noussair Mazraoui, bek andalan Manchester United asal Maroko. Dalam sebuah wawancara yang cukup intim, ia mengungkapkan kemungkinan besar akan menggantung sepatu setelah tampil di Piala Dunia FIFA nanti.

Tapi ini bukan rencana pensiun biasa. Jauh dari itu. Di balik karier yang cemerlang, Mazraoui ternyata menyimpan keinginan yang sangat berbeda: fokus pada kehidupan spiritual, menghafal Al-Qur’an, dan suatu hari nanti menjadi imam masjid.

Sebuah Pengakuan yang Menggugah

Kalimat-kalimatnya sederhana, tapi maknanya dalam. Begitu dalam sampai-sampai membuat banyak orang terhenyak.

“Saya mungkin memutuskan untuk pensiun setelah Piala Dunia,” ujarnya.

“Hidup ini singkat. Saya ingin menghafal Al-Qur’an dan menjadi imam masjid suatu hari nanti.”

Pernyataan itu, jujur saja, seperti angin segar di tengah hingar-bingar sepak bola modern. Di puncak popularitas dan karier, pemain berusia 26 tahun itu justru memilih jalan yang sunyi dan penuh makna. Langsung saja, pernyataannya itu menyebar cepat, memicu berbagai reaksi dari penggemar di seluruh dunia.

Meninggalkan Panggung yang Gemerlap

Padahal, kalau dilihat dari kariernya, Mazraoui punya masa depan yang sangat cerah. Dia adalah bek modern dengan kemampuan mumpuni, baik bertahan maupun menyerang. Namanya mulai dikenal saat membela Ajax Amsterdam, menunjukkan kualitasnya di level tertinggi Eropa. Kemudian, langkahnya ke Manchester United semakin mengukuhkannya sebagai pemain kelas dunia.

Bersama Timnas Maroko, dia juga bagian dari sejarah. Perjalanan epik mereka di Piala Dunia 2022, menjadi tim Afrika pertama yang melangkah sampai semifinal, tak lepas dari kontribusinya. Semua prestasi itu bisa saja terus berlanjut. Tapi rupanya, pikirannya sudah melayang ke tempat lain.

Pilihan Jalan yang Berbeda

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar