Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mengambil langkah mengejutkan dengan membatalkan penurunan dua ganda putra andalannya di ajang Australian Open 2026 pekan ini. Dua pasangan yang dimaksud adalah Muhammad Shohibul Fikri/Alfian, serta Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Keputusan ini diumumkan setelah melalui evaluasi internal yang mendalam.
Evaluasi tersebut terutama menyoroti kegagalan pasangan Fikri/Alfian yang tersingkir di babak pertama Indonesia Open 2026 pekan lalu. Pelatih ganda putra utama, Antonius Budi Ariantho, menyatakan bahwa hasil di turnamen kandang itu menjadi faktor utama dalam penarikan mereka. Menurutnya, capaian di Indonesia Open merupakan salah satu tolok ukur penting bagi PBSI, dan hasil yang diraih belum sesuai ekspektasi.
“Indonesia Open merupakan salah satu milestone yang penting bagi PBSI. Namun, hasil yang diraih pasangan Fikri/Alfian masih belum sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Oleh karena itu diperlukan evaluasi menyeluruh sebagai bahan perbaikan ke depannya,” jelas Antonius dalam pernyataan resmi yang diunggah di akun media sosial PBSI, Senin (8/6/2026).
Ia menambahkan bahwa Australian Open tidak termasuk dalam program turnamen prioritas bagi Fikri/Alfian pada periode ini. Fokus latihan dan persiapan mereka akan diarahkan untuk menghadapi kejuaraan yang lebih besar, seperti Kejuaraan Dunia dan Asian Games. Dengan demikian, penarikan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga performa jangka panjang.
Sementara itu, alasan berbeda mendasari penarikan Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin. Pasangan juara bertahan Australian Open ini baru saja bertanding di partai final Indonesia Open 2026. Kondisi fisik keduanya menjadi perhatian utama, terutama karena masa pemulihan yang sangat singkat sebelum jadwal pertandingan di Australia.
“Untuk Raymond/Joaquin, saya melihat dengan masa recovery yang singkat dari final Indonesia Open menuju laga pertama Australian Open, apalagi Raymond baru pulih dari cedera lututnya. Menurunkan mereka di Australia punya risiko cederanya kambuh,” beber Antonius.
Keputusan ini, menurut Antonius, diambil semata-mata demi menjaga kesiapan fisik dan performa kedua pasangan. PBSI tidak ingin mengambil risiko yang dapat mengganggu partisipasi mereka di turnamen-turnamen penting yang akan datang. Langkah ini menjadi bukti bahwa prioritas jangka panjang lebih diutamakan ketimbang hasil instan di satu ajang.
Artikel Terkait
Kemenangan Florentino Perez Buka Peluang Juventus Rekrut Brahim Diaz
Wasit Somalia Pertama di Piala Dunia 2026 Dideportasi AS Usai Ditolak Imigrasi Meski Miliki Visa Sah
Shin Tae-yong Ingin Rekrut Mantan Pemain Timnas Indonesia ke Persija Jakarta
Prancis Hajar Irlandia Utara 3-1, Hat-trick Olise Bawa Les Bleus Percaya Diri Sambut Piala Dunia 2026