Warga Jakarta Mulai Beli Lahan Makam Sejak Dini Demi Tak Membebani Anak

- Minggu, 14 Juni 2026 | 21:15 WIB
Warga Jakarta Mulai Beli Lahan Makam Sejak Dini Demi Tak Membebani Anak

Keinginan untuk tidak merepotkan anak-anak di kemudian hari mendorong sebagian warga di wilayah penyangga Jakarta mulai merencanakan pembelian lahan pemakaman jauh sebelum usia senja. Tri Endah Handayani, misalnya, telah mengambil keputusan itu sebagai bagian dari perencanaan keluarga. “Saya pengen di akhir hidup saya sudah menyiapkan tempat yang layak. Jadi anak-anak sudah tahu tempatnya dan saya juga tidak terlalu menyusahkan mereka nantinya,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan Arbianti. Ia mengaku telah lama memiliki niat untuk mempersiapkan tempat pemakaman bagi dirinya dan keluarganya. “Memang dari dulu saya sudah punya niat untuk memiliki pemakaman sendiri supaya tidak membebani anak-anak di kemudian hari,” katanya.

Kisah kedua perempuan itu mencerminkan tren yang mulai tumbuh di sebagian masyarakat perkotaan dan wilayah penyangga Jakarta, khususnya di Tangerang dan sekitarnya. Di tengah meningkatnya kebutuhan ruang pemakaman dan keterbatasan lahan di sejumlah kawasan, seperti Tigaraksa, sebagian keluarga mulai memandang langkah ini sebagai bagian dari perencanaan masa depan yang matang.

Bagi Tri Endah, keputusan itu juga lahir dari pengalaman pribadi saat menyaksikan kondisi sejumlah lokasi pemakaman yang dinilainya kurang ideal. “Saya melihat beberapa teman yang meninggal dimakamkan di tempat yang kondisinya kurang enak dilihat, ada yang dekat tempat sampah, ada juga yang harus ditumpuk. Dari situ saya mulai mencari pemakaman yang lebih layak,” tuturnya. Ia menilai, menyiapkan tempat sejak awal dapat memberikan kepastian bagi keluarga ketika menghadapi masa sulit.

Sementara itu, Arbianti menyebut faktor jarak dan kemudahan akses sebagai pertimbangan utama. Ia sempat melirik lokasi pemakaman di Karawang, namun urung karena dinilai terlalu jauh dari tempat tinggal dan keluarga. “Saya berharap ada yang lebih dekat ke Tangerang. Waktu melihat pilihan yang lokasinya sesuai yang saya cari, saya langsung datang,” ujarnya. Menurut dia, lokasi yang mudah dijangkau akan memudahkan keluarga untuk berziarah di kemudian hari.

Fenomena ini juga terlihat dari mulai beroperasinya sejumlah kawasan pemakaman privat yang menawarkan pembelian lahan secara dini. Salah satunya adalah Insira Memorial Park yang telah memasuki tahap operasional setelah penyelesaian klaster pertama dan mulai melayani pemakaman saat kebutuhan muncul. Direktur Utama Insira Memorial Park, Nugrohadi Yuwono, menyebutkan bahwa operasional awal ditandai dengan serah terima sertifikat kepada pelanggan yang dihadiri lebih dari 100 orang, termasuk manajemen, Dewan Penasihat Syariah, dan para pelanggan.

Pengembangan awal kawasan tersebut mencakup lebih dari 30 hektare dan disebut memiliki potensi ekspansi hingga 100 hektare untuk menjawab kebutuhan lahan pemakaman Muslim di wilayah Jabodetabek. Pengelola juga menyebut kawasan ini memiliki akses melalui jalan tol dan jalan provinsi, dengan rencana pembangunan ruas Tol Serpong–Balaraja yang akan memiliki akses sekitar 300 meter dari lokasi.

Namun, bagi Tri Endah dan Arbianti, alasan utama tetap sederhana: memberikan kepastian dan mengurangi beban keluarga ketika waktunya tiba.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar