Banjir yang menerjang dua desa di Kecamatan Babakan Madang, Bogor, tak hanya meninggalkan lumpur dan kerusakan. Kini, ancaman penyakit mulai dirasakan warga. Menyikapi hal itu, Polres Bogor pun turun tangan membuka pos kesehatan di lokasi terdampak, tepatnya di Desa Bojong Koneng dan Cijayanti.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto, melalui Kasi Dokkes dr Elynda, melaporkan bahwa pada Kamis (12/2/2026) saja, tim kesehatan mereka telah memeriksa 155 warga.
"Hari ini tim Dokkes Polres Bogor telah melayani sebanyak 155 warga yang memeriksakan kesehatannya," kata dr Elynda.
Keluhannya beragam, kebanyakan adalah penyakit pascabanjir yang memang kerap menghantui. Mulai dari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), masalah kulit seperti dermatitis, sampai tekanan darah tinggi dan gangguan pencernaan.
"Mayoritas warga mengeluhkan penyakit pascabanjir, seperti ISPA, dermatitis atau penyakit kulit, hipertensi, hingga gangguan pencernaan (gastritis)," ujarnya menjelaskan.
Layanan kesehatan bukan satu-satunya bantuan. Polres juga mendirikan dapur umum yang setiap harinya menyediakan setidaknya 400 porsi makanan siap santap. Bantuan air bersih juga disiagakan untuk menjaga sanitasi di lokasi yang masih berantakan itu.
"Kami menyediakan sedikitnya 400 porsi makanan siap saji dari dapur umum setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga yang rumahnya masih dalam proses pembersihan. Fasilitas air bersih juga disiagakan untuk memenuhi kebutuhan sanitasi warga," jelasnya.
Banjir yang memicu aksi tanggap darurat ini terjadi sehari sebelumnya, Rabu (11/2). Andi Sumardi dari BPBD Kabupaten Bogor menyebut penyebabnya adalah hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung lama. Akibatnya, air dari anak kali di area perumahan meluap, membawa serta material lumpur dan batu.
"Satu unit kendaraan roda empat terbawa banjir, namun sudah dievakuasi," imbuh Andi.
Momen mobil terseret arus itu sempat terekam dan viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, terlihat banjir bandang berwarna cokelat pekat menerjang jalan utama di sekitar sebuah proyek pembangunan. Sebuah mobil berwarna hitam terlihat terombang-ambing, bodinya penyok dan kaca belakangnya pecah.
Andi pun mengonfirmasi kejadian tersebut.
"Itu lokasinya yang di perumahan, ada kali kecil di tengah tengah perumahan itu, melewati perumahan yang sedang ada proyek pembangunan, terus ada mobil yang sedang parkir di lokasi, sehingga terbawa arus. Itu lokasinya di Desa Cijayanti," paparnya.
Artikel Terkait
Golkar Dorong RUU Obligasi Daerah untuk Kurangi Ketergantungan Anggaran ke Pusat
Simulasi TKA SMP 2026 Diluncurkan, Siswa Dapat Berlatih Soal Bahasa Indonesia
Menag Soroti Tren Negara Barat Adopsi Ekonomi Syariah, Dorong Indonesia Jadi Sokoguru
KPK Dalami Dugaan Pemanfaatan Jabatan Komisaris di 12 Perusahaan oleh Tersangka OTT Pajak