MURIANETWORK.COM - Barcelona harus menghadapi semifinal Copa del Rey yang krusial tanpa andalan lini serangnya, Marcus Rashford. Penyerang asal Inggris itu dipastikan absen saat Blaugrana bertandang ke markas Atletico Madrid pada Kamis (12/2/2026) malam waktu setempat, atau Jumat dini hari WIB, akibat cedera lutut kiri yang belum pulih. Kepastian ini datang dari pernyataan medis resmi klub yang dirilis Rabu lalu, menambah daftar masalah bagi pelatih dalam menyusun strategi menghadapi lawan tangguh di Stadion Metropolitano.
Kronologi Cedera dan Langkah Hati-hati Tim Medis
Cedera Rashford berawal dari benturan yang dialaminya pada lutut kiri saat Barcelona meraih kemenangan atas Mallorca di Camp Nou, Sabtu (7/2/2026) lalu. Meski awalnya tampak dapat ditangani, proses pemulihannya ternyata tidak berjalan cukup cepat untuk memenuhi tenggat waktu pertandingan semifinal. Klub secara eksplisit menyatakan sang pemain akan melewatkan laga penting tersebut.
Dalam pernyataan resminya, Barcelona menjelaskan, “Pemain tim utama Marcus Rashford mengalami nyeri di lutut kirinya setelah menerima benturan dalam pertandingan melawan Mallorca pada Sabtu di Spotify Camp Nou.”
“Pemain tersebut akan absen dalam pertandingan Copa del Rey melawan Atlético Madrid pada Kamis,” tegas pernyataan klub tersebut.
Meski Barcelona tidak merilis perkiraan durasi pemulihan yang spesifik, keputusan untuk menahan Rashford dari laga sebesar ini jelas mencerminkan pendekatan kehati-hatian dari tim medis. Mereka tampaknya tidak ingin mengambil risiko yang dapat memperparah kondisi pemain berusia 28 tahun itu untuk pertarungan-pertarungan mendatang di sisa musim.
Dilema Besar di Lini Depan Barcelona
Kehilangan Rashford merupakan pukulan signifikan bagi dinamika serangan Barcelona. Sejak datang dengan status pinjaman dari Manchester United, kecepatan, kelincahan, dan tendangannya dari sisi kiri telah menjadi senjata ampuh yang sering kali membuka ruang bagi striker utama seperti Robert Lewandowski. Ketidakhadirannya memaksa pelatih untuk merombak skema serangan yang selama ini cukup efektif.
Situasi semakin pelik karena Barcelona juga mungkin harus kehilangan pilihan sayap kanan lainnya, Raphinha. Winger asal Brasil itu masih dalam proses pemulihan dari masalah otot dan belum sepenuhnya berlatih bersama tim inti, membuatnya diragukan tampil.
Raphinha sendiri mengaku masih berjuang dengan waktunya. “Saya merasa lebih baik, kami menjalani hari demi hari,” ungkapnya. “Saya tidak bisa berbohong, saya ingin mengatakan bisa bermain pada Kamis, tetapi waktunya sangat mepet.”
Jika kedua pemain sayap andalan itu benar-benar absen, beban kreativitas dan penyelesaian akhir akan bertumpu pada pilihan-pilihan lain yang mungkin kurang memiliki chemistry yang sama. Pelatih kini dihadapkan pada teka-teki taktis, apakah akan memaksakan formasi 4-3-3 dengan pengganti alami atau mengubah formasi dengan menambah kepadatan di lini tengah.
Semifinal Copa del Rey ini adalah momen penentu bagi ambisi Barcelona meraih gelar musim ini. Tantangan melawan Atletico Madrid di kandang mereka sendiri selalu menjadi ujian mental dan teknis yang berat. Tanpa senjata utama seperti Marcus Rashford, perjalanan Blaugrana ke final dipastikan akan lebih berliku dan menuntut solusi taktis yang brilian dari kursi kepelatihan.
Artikel Terkait
Persib Dibantai Ratchaburi 3-0, Misi ke Babak Selanjutnya ACL Two Hampir Mustahil
FIGC Selidiki Antonio Conte Diduga Hina Wasit di Coppa Italia
Justin Hubner Masuk 3 Besar Bek Muda dengan Sliding Tackle Terbanyak di Eropa
Juventus Incar Ederson dari Atalanta dengan Harga Rp800 Miliar