Justin Hubner Masuk 3 Besar Bek Muda dengan Sliding Tackle Terbanyak di Eropa

- Rabu, 11 Februari 2026 | 22:30 WIB
Justin Hubner Masuk 3 Besar Bek Muda dengan Sliding Tackle Terbanyak di Eropa

Rumor sempat ramai. Nama Justin Hubner dikaitkan dengan beberapa klub besar di tanah air, seperti Persib Bandung, Persebaya Surabaya, dan Persija Jakarta. Tapi, alih-alih memilih pulang, bek tengah Timnas Indonesia itu malah menunjukkan perkembangan pesat di Eropa. Performanya sedang melejit.

Baru-baru ini, Hubner masuk dalam sorotan statistik yang cukup prestisius. Platform DataMB merilis data pada 9 Februari 2026, menempatkannya di antara bek tengah U-23 dengan sliding tackles terbanyak di tujuh liga top Eropa. Namanya ada di sana, bersama nama-nama dari klub raksasa.

Bermain untuk Fortuna Sittard di Eredivisie, Hubner mencatat rata-rata 1,01 sliding tackles per pertandingan. Angka itu cukup untuk membawanya duduk di posisi tiga besar, sejajar dengan Gerard Martin dari Barcelona. Bukan main.

Yang menarik, statistik ini mengungguli beberapa pemain muda klub elite. Raul Asencio dari Real Madrid, misalnya, punya rata-rata 0,87. Sementara Ayden Heaven (Manchester United) ada di angka 0,75 per laga. Ini bukan sekadar angka kosong, lho. Sliding tackle yang efektif butuh timing sempurna, keberanian, dan kemampuan membaca pergerakan lawan. Agresivitas yang terukur.

Puncak daftar itu ditempati Brayann Pereira (NEC Nijmegen) dengan 1,2. Di bawahnya, ada Abdukodir Khusanov, bek Manchester City asal Uzbekistan, yang mencatat 1,11 sliding tackles per game.

Nah, ini daftar lengkapnya:

Brayann Pereira (NEC Nijmegen): 1,2

Abdukodir Khusanov (Manchester City): 1,11

Gerard Martin (Barcelona): 1,01

Justin Hubner (Fortuna Sittard): 1,01

Raul Asencio (Real Madrid): 0,87

Sane (Metz): 0,85

Andres Castrin (Sevilla): 0,78

N. Banks (Augsburg): 0,77

Zeno Debast (Sporting): 0,77

Yarek Gasiorowski (PSV): 0,77

Jacobo Ramon (Como): 0,76

Ayden Heaven (Manchester United): 0,75

Goes (AZ Alkmaar): 0,72

N. Mendy (Rayo Vallecano): 0,7

Sangante (Le Havre): 0,67

Buat publik Indonesia, pencapaian Hubner ini punya arti khusus. Dia adalah bagian dari generasi baru Timnas yang sedang naik daun. Performanya di Belanda jadi bukti nyata pemain berdarah Indonesia bisa bersaing di kancah Eropa. Bukan cuma jadi pelengkap, tapi benar-benar berkontribusi.

Musim ini, kematangannya terlihat. Dia tak cuma mengandalkan postur tubuhnya, tapi juga kecerdasan membaca permainan. Tekel-tekelnya yang tepat waktu sering kali menghentikan serangan lawan sebelum jadi ancaman serius. Di Eredivisie yang dikenal sebagai ajang pembinaan pemain muda sekaligus liga yang menuntut intensitas tinggi, konsistensi adalah kunci. Dan dia sedang menunjukkannya.

Dulu, rumor kepulangan sempat mengemuka. Banyak yang membayangkan langkah strategis jika ia bergabung dengan klub Liga 1. Tapi perkembangan terakhir justru menunjukkan sebaliknya: kariernya masih kuat di Eropa. Jalurnya masih panjang di sana.

Bayangkan, namanya disebut dalam satu daftar yang berisi pemain dari Real Madrid, Barcelona, hingga Manchester City. Itu bukan pencapaian biasa. Memang, statistik sliding tackles bukanlah satu-satunya tolak ukur kualitas seorang bek. Tapi angka itu menggambarkan karakter bertahan yang berani, agresif, dan tak segan mengambil risiko untuk tim.

Buat Timnas Indonesia, ini kabar bagus. Kehadiran bek tengah dengan mentalitas duel tinggi dan pengalaman di liga Eropa sangat berharga, terutama untuk menghadapi lawan-lawan dengan tempo permainan cepat. Dia jadi aset vital.

Ledakan performa ini juga seperti jawaban untuk yang sempat meragukan konsistensinya. Justin Hubner membuktikan bahwa dia bukan cuma sekadar bibit, melainkan pemain yang sedang membangun reputasi nyata di lapangan hijau Eropa.

Rumor transfer mungkin akan terus berhembus. Tapi saat ini, yang lebih penting adalah kontribusinya untuk Fortuna Sittard. Dan untuk sekarang, Justin Hubner memilih bicara lewat aksi: lewat tekel-tekel bersih yang memotong serangan lawan. Itu caranya membuktikan diri.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar