Menteri Kehutanan Disorot, Kayu Gelondongan Berkode Merah Jadi Kunci Banjir Bandang Sumatera

- Jumat, 05 Desember 2025 | 14:50 WIB
Menteri Kehutanan Disorot, Kayu Gelondongan Berkode Merah Jadi Kunci Banjir Bandang Sumatera

Sudah lebih dari seminggu bencana banjir bandang dan longsor melanda Aceh, Sumut, dan Sumbar. Pemerintah kini mengklaim punya titik terang soal pemicu musibah itu. Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, yang mengungkapkannya. Ia bilang, pihaknya bersama kepolisian sedang menelusuri asal-usul kayu gelondongan yang membanjir bersamaan dengan air bah pada 24-27 November lalu.

“Kami sudah ambil sampel kayunya,” kata Raja Juli. Untuk mengidentifikasi, mereka memakai teknologi alat bernama AIKO.

“Sudah ada sampel. Kami punya teknologi sederhana dengan AIKO untuk mengetahui anatomi kayu,” ujarnya dalam jumpa pers bersama Kapolri Listyo Sigit di Mabes Polri, Kamis kemarin.

Namun begitu, paparan sang menteri justru muncul di tengah sorotan pedas dari DPR. Anggota Komisi IV, Usman Husin, secara terbuka menyebut Raja Juli tak paham betul persoalan kehutanan di Indonesia. Dalam rapat kerja, Usman bahkan menyarankan menteri dari PSI itu mundur saja kalau memang tak sanggup.

“Pak Menteri lihat nggak bencana Sumatera? Seharusnya izin semua distop. Pak Menteri harus jelaskan, berapa tahun untuk penanaman ulang? Pohon berdiameter dua meter bisa tumbuh kembali, itu tanggung jawab Pak Menteri. Jangan lempar ke masa lalu,” tegas Usman.

Kritik itu dilontarkan setelah beredar dugaan bahwa Raja Juli memberi izin pelepasan kawasan hutan di Tapanuli Selatan pada akhir Oktober lalu. Tapi sang menteri membantah keras.

Di tempat yang sama, Raja Juli bersikukuh belum pernah mengeluarkan izin semacam itu. Ia mengaku hanya menjalankan arahan presiden untuk menjaga hutan. “Saya setahun jadi menteri, tidak pernah terbitkan izin penebangan satupun. Justru yang saya terbitkan izin untuk restorasi ekosistem,” jelasnya kepada awak media.

Polemik ini dapat sudut pandang lain dari koleganya di DPR. Anggota Komisi IV, Firman Soebagyo, justru membela Raja Juli. Menurutnya, menteri sekarang ini cuma kebagian ‘cuci piring’ dari kerusakan hutan yang sudah terjadi bertahun-tahun.

“Pak Menteri ini cuci piring, makanya saya bela. Perusakan hutan ini kan bukan cuma satu dua tahun. Setelah reformasi, hutan kita sudah hancur,” kata Firman.

Sementara perdebatan masih berlangsung di Jakarta, korban di lapangan terus berjatuhan. Angka meninggal sudah tembus lebih dari 800 orang. Di sisi lain, proses evakuasi kayu gelondongan yang terseret banjir terus dilakukan. Yang menarik, kayu-kayu besar itu ditemukan dengan kode angka berwarna merah menyala. Ada apa sebenarnya di balik tulisan cat semprot itu? Tim investigasi masih mendalaminya.

"

Berpindah ke berita olahraga, sorotan kini tertuju pada Timnas U-22 yang akan berlaga di SEA Games 2025 Thailand. Indra Sjafri kembali memegang kendali untuk ketiga kalinya. Catatannya cukup gemilang: dari 13 laga di SEA Games, ia menang 11 kali.

Indonesia masuk Grup C bersama Filipina dan Myanmar. Dua edisi sebelumnya, Indra sukses bawa pulang medali, bahkan emas di Kamboja yang mengakhiri puasa 32 tahun. Kini, dengan lima pemain keturunan seperti Jenner dan Struick di skuad, harapan tetap digantungkan tinggi. Laga pembuka melawan Filipina di Chiang Mai akan jadi ujian pertama.

"

Tak ketinggalan, ada bahasan soal kesehatan untuk para pegiat olahraga. Banyak yang cedera karena kelelahan atau kurang pemanasan. Nah, fisioterapis Simon Tri Prasetyo akan hadir memberi tips cara menghindari dan menangani cedera bagi pemula. Metode penyembuhan seperti apa yang efektif? Simak obrolannya nanti.

Ikuti terus rangkuman berita hangat setiap Senin hingga Jumat, live pukul 15.30-18.00 WIB. Ada juga analisis pasar saham jelang penutupan IHSG di awal acara. Sampaikan komentar Anda lewat live chat.

“Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!”

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar