PT Sinar Terang Mandiri (MINE) Catat Laba Rp200,83 Miliar Didorong Proyek Nikel

- Kamis, 12 Maret 2026 | 11:00 WIB
PT Sinar Terang Mandiri (MINE) Catat Laba Rp200,83 Miliar Didorong Proyek Nikel

Laporan keuangan PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) untuk tahun 2025 akhirnya dirilis, dan angkanya cukup menggembirakan. Perusahaan konstruksi dan jasa penunjang ini membukukan laba komprehensif yang mencapai Rp200,83 miliar. Pencapaian ini, tak bisa dipungkiri, berjalan beriringan dengan geliat aktivitas di proyek-proyek pertambangan nikel yang mereka tangani.

Di sisi lain, pendapatan perseroan juga menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, MINE mencatatkan pendapatan senilai Rp2,36 triliun. Angka ini naik sekitar 11,8 persen jika dibandingkan dengan realisasi di tahun sebelumnya yang berada di level Rp2,11 triliun.

Menurut Direktur Utama Sinar Terang Mandiri, Ivo Wangarry, pertumbuhan ini memang sejalan dengan ekspansi operasional perusahaan.

"Kami bersyukur perseroan terus menjaga pertumbuhan pendapatan dan memperkuat struktur aset di tengah berbagai tantangan operasional," ujar Ivo dalam keterangan resminya, Kamis (12/03/2026).

Ia menambahkan, "Hal ini menunjukkan bahwa strategi ekspansi operasional dan penguatan kapasitas produksi yang kami jalankan mulai memberikan hasil positif."

Kalau dirinci, kontribusi terbesar tentu saja datang dari segmen jasa penambangan yang menyumbang Rp2,18 triliun. Namun yang menarik, segmen jasa konstruksi justru menunjukkan lompatan luar biasa. Kontribusinya melonjak lebih dari 12 kali lipat menjadi Rp180,10 miliar, dibandingkan tahun sebelumnya yang masih sangat kecil.

Kinerja ini tentu bukan datang tiba-tiba. Dukungan dari sejumlah mitra strategis di industri pertambangan punya peran krusial. Sepanjang tahun lalu, kontribusi pendapatan terbesar berasal dari kerja sama dengan PT Weda Bay Nickel. Disusul kemudian oleh PT Hengjaya Mineralindo dan PT Sulawesi Cahaya Mineral.

Yang juga patut dicatat, struktur aset perseroan ikut menguat. Total aset MINE melonjak 28,6 persen menjadi Rp2,07 triliun pada 2025, dari sebelumnya Rp1,61 triliun di tahun 2024.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar