Anggota DPR Desak Pemerintah Antisipasi Dampak Kenaikan Harga Minyak Global

- Minggu, 29 Maret 2026 | 08:00 WIB
Anggota DPR Desak Pemerintah Antisipasi Dampak Kenaikan Harga Minyak Global

Gejolak politik global kembali mendorong harga minyak mentah dunia merangkak naik. Menanggapi hal ini, anggota Komisi XII DPR RI, Irsan Sosiawan, mendesak pemerintah untuk segera bertindak. Langkahnya harus strategis, cepat, dan tepat sasaran. Tidak boleh setengah-setengah.

“Perkembangan situasi global saat ini menunjukkan adanya tekanan terhadap harga minyak yang perlu dicermati secara serius oleh pemerintah,” tegas Irsan dalam keterangannya, Minggu (29/3/2026).

Ia pun menunjuk ke sejumlah negara tetangga. Ternyata, mereka sudah lebih dulu bergerak. Filipina, contohnya, sudah menetapkan status darurat energi. Malaysia memilih menambah subsidi BBM. Sementara itu, di Singapura, Thailand, dan Vietnam, harga bahan bakar di SPBU pun sudah terpaksa naik.

Menurut Irsan, situasi ini jelas berisiko. Bayangkan, asumsi harga minyak dalam APBN kita bisa meleset jauh dari kenyataan di pasar. Kalau ini terjadi, kondisi fiskal negara bakal tertekan. Ia khususnya menyoroti pos-pos anggaran seperti subsidi dan kompensasi energi yang bisa membengkak tak terduga.

Karena itulah, peran pemerintah dinilai krusial untuk menjaga stabilitas. Irsan menekankan, kebijakan yang tepat dan berkelanjutan harus disiapkan dari sekarang. Mulai dari pengelolaan subsidi, efisiensi anggaran, sampai upaya menjaga harga energi dalam negeri agar tidak melonjak liar.

“Upaya penyiapan langkah yang terukur dan antisipatif diharapkan dapat terus diperkuat agar stabilitas ekonomi tetap terjaga,” ujarnya lagi.

Di sisi lain, dampaknya ke masyarakat bisa langsung terasa. Harga energi yang naik selalu berujung pada dua hal: melemahnya daya beli rakyat dan ancaman inflasi yang mengintai. Maka, pemerintah tidak bisa hanya punya satu rencana.

“Berbagai skenario perlu disiapkan, mengingat dinamika global yang sulit diprediksi dan berpotensi berdampak berkelanjutan,” pungkas Irsan.

Intinya, dalam ketidakpastian ini, kesigapan dan persiapan matang adalah kunci. Tunggu apa lagi?

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar