John Herdman Bantah Ogah Panggil Pemain Senior ke Timnas Indonesia

- Minggu, 24 Mei 2026 | 03:45 WIB
John Herdman Bantah Ogah Panggil Pemain Senior ke Timnas Indonesia

Pelatih Tim Nasional Indonesia, John Herdman, membantah keras anggapan bahwa dirinya enggan memanggil pemain senior atau veteran ke dalam skuad Garuda. Ia menegaskan bahwa usia tidak pernah menjadi faktor penentu dalam proses seleksi pemain untuk membela negara.

Sebelumnya, pernyataan Herdman yang menyebutkan ketertarikannya pada pemain di bawah usia 28 tahun sempat menimbulkan spekulasi. Banyak pihak kemudian menilai bahwa pelatih asal Inggris itu lebih memprioritaskan pemain muda ketimbang pemain senior yang sudah berpengalaman.

Herdman menjelaskan, dirinya tidak pernah menerapkan batasan usia dalam pemanggilan pemain. Menurutnya, setiap pemain dengan kualitas terbaik tetap memiliki peluang yang sama untuk memperkuat Timnas Indonesia.

"Jika Anda melihat sejarah saya, kapten saya di Timnas Kanada saat Piala Dunia 2022 berusia 40 tahun. Steven Vitoria, asisten pelatih, saat itu berusia 36 tahun, dan penjaga gawang saya berusia 38 tahun," ujar Herdman kepada awak media di Stadion Madya, Jakarta.

"Jadi, jika Anda cukup bagus, baik muda maupun tua, bagi saya usia bukanlah masalah," tegasnya.

Meski demikian, Herdman mengakui bahwa fokus terhadap pemain muda lebih sering dilakukan pada fase uji coba dan persiapan jangka panjang. Namun, saat mendekati turnamen utama, pemain terbaik akan menjadi prioritas utama tanpa memandang usia.

Ia juga memberikan contoh kasus Ezra Walian, pemain Persik Kediri yang tidak dipanggil ke Timnas Indonesia. Herdman menegaskan bahwa keputusan tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan faktor usia, melainkan karena kondisi cedera dan masalah pribadi yang sedang dihadapi pemain tersebut.

"Mungkin ada misi untuk memberikan banyak kesempatan kepada pemain muda, tetapi ketika Anda sudah dekat ajang puncak seperti Piala AFF, ini adalah tentang pemain-pemain terbaik," kata Herdman.

"Ezra Walian memiliki musim yang hebat, tetapi dia sedang cedera dan memiliki masalah pribadi. Saya sudah berbincang dengannya, dan kami memiliki kesepahaman," tambahnya.

Di sisi lain, target besar menuju Piala Dunia 2030 menjadi alasan Herdman untuk terus memberi ruang bagi pemain muda potensial. Namun, ia menekankan bahwa pemain senior yang tampil konsisten tetap akan mendapat perhatian penuh dari tim pelatih.

"Ketika Anda berjarak empat tahun dari Piala Dunia, Anda ingin memberi kesempatan pada pemain muda. Anda akan melihat di skuad berikutnya beberapa pemain yang sangat muda," tutur Herdman.

"Namun, Anda harus menghormati pemain terbaik, karena hanya yang terbaik yang layak mewakili negara Anda. Jadi bagi saya, usia bukan masalah," pungkasnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar