Trump Beri Ruang Diplomasi dengan Iran, Tunda Opsi Serangan Militer

- Minggu, 24 Mei 2026 | 03:20 WIB
Trump Beri Ruang Diplomasi dengan Iran, Tunda Opsi Serangan Militer

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memutuskan untuk memberikan kelonggaran waktu bagi penyelesaian konflik dengan Iran melalui jalur diplomasi, menunda opsi serangan militer yang sempat mengemuka. Keputusan ini diambil di tengah dinamika kebijakan luar negeri yang berubah-ubah, di mana tekanan untuk merespons secara militer masih membayangi proses negosiasi.

Menurut laporan The Wall Street Journal yang mengutip sejumlah pejabat AS, Trump memilih untuk tidak melanjutkan serangan terhadap Iran untuk saat ini. Keputusan itu muncul setelah pertemuan dengan para pejabat keamanan nasional pada Jumat (22/5/2026) pagi waktu setempat, yang membahas langkah selanjutnya terkait Teheran. Meskipun demikian, belum ada keputusan final yang dihasilkan dari pertemuan tersebut.

Trump disebut telah menyampaikan kepada para ajudannya bahwa ia ingin memberi lebih banyak ruang bagi proses diplomatik untuk berjalan. Namun, situasi di lapangan menunjukkan gambaran yang berbeda. Sejumlah laporan lain mengungkapkan bahwa Trump tengah mempertimbangkan secara serius opsi serangan terbaru terhadap Iran, bahkan ia bersama para perwira militer dan intelijen membatalkan rencana liburan panjang Hari Pahlawan.

Opsi serangan itu muncul di tengah upaya diplomatik yang terus digencarkan untuk mencapai kesepakatan damai baru dalam konflik AS-Iran. Beberapa sumber pejabat AS yang dikutip CBS News menyatakan, Trump membatalkan rencana liburan akhir pekan di klub golfnya di New Jersey dan memilih menghabiskan waktu di Gedung Putih dengan alasan “kondisi yang berkaitan dengan urusan pemerintah.”

Para perwira militer dan intelijen juga turut mengubah atau membatalkan rencana liburan mereka, sebagai respons terhadap kemungkinan konflik yang diperbarui. Laporan CBS menambahkan, pejabat pertahanan tengah meninjau pemanggilan kembali personel yang bertugas di luar negeri. Rotasi pasukan di seluruh pangkalan Timur Tengah juga terus berlanjut untuk mengantisipasi kemungkinan serangan pembalasan dari Iran.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada awal pekan ini mengeluarkan peringatan keras. Mereka menyatakan bahwa serangan apa pun oleh AS atau Israel berpotensi memperluas konflik di luar kawasan, dan militer Iran akan membuka front pertempuran baru jika diperlukan. Peringatan ini menambah ketegangan di tengah ketidakpastian arah kebijakan Washington terhadap Teheran.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar