Malam sebelum arus mudik Lebaran memuncak, suasana di Command Center KM 29 Tol Jakarta-Cikampek terasa khidmat. Para petinggi terkait transportasi dan lalu lintas berkumpul bukan untuk rapat, melainkan untuk berdoa bersama. Jelang Operasi Ketupat 2026, Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho dan Menhub Dudy Purwagandhi, beserta sejumlah stakeholder, memulai gelaran besar ini dengan permohonan keselamatan.
Acara itu dihadiri banyak pihak. Ada Dirut Jasa Marga Rivan A Purwantono, Dirut Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, sampai Dirut ASDP Heru Widodo. Tak ketinggalan, Direktur Lalu Lintas Jalan Kemenhub Rudi Irawan dan para pejabat utama Korlantas Polri juga hadir memadati ruangan.
Usai doa, Irjen Agus langsung menyiapkan langkah. “Tadi sore juga sudah dilakukan gelar pasukan oleh Pak Kapolri dan Panglima TNI,” ujarnya.
Artinya, malam ini kita sudah insert, sudah standby di seluruh titik untuk memantau arus lalu lintas dan termasuk juga harkamtibmas.
Operasi Ketupat sendiri akan berlangsung mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Menurut Agus, semua skenario cara bertindak sudah disiapkan bareng stakeholder. Tujuannya jelas: memastikan negara hadir memberi rasa aman. Apalagi operasi tahun ini beririsan dengan momen spiritual Ramadan, Idul Fitri, hingga perayaan Nyepi. Kombinasi yang butuh penanganan ekstra hati-hati.
“Moga-moga dengan doa bersama ini Operasi Ketupat tahun 2026 lebih baik,” harap Agus.
Negara punya tujuan luar biasa bagi masyarakat yang berangkat ke kampung halaman, karena Operasi Ketupat adalah perjalanan rindu.
Di sisi lain, kesiapan infrastruktur sudah dinyatakan optimal. Dirut Jasa Marga, Rivan A Purwantono, memastikan seluruh ruas tol siap melayani. Peningkatan arus diprediksi mulai Jumat (13/3) besok. Bahkan, Tol Japek II Selatan disebutnya sudah siap digunakan secara fungsional dalam dua hari terakhir.
“Jasa Marga seluruh ruasnya siap, bahkan dalam dua hari terakhir sempat fungsional termasuk Japek II Selatan juga kami nyatakan siap,” tegas Rivan.
Sementara untuk penyeberangan, ada terobosan baru. ASDP memberlakukan sistem single ticketing di lintas Merak-Bakauheni. Kategori tiket eksekutif dihapus, semua jadi reguler. Kebijakan ini diharapkan membuat pergerakan di pelabuhan lebih lancar dan fleksibel.
“Jadi kepada seluruh masyarakat yang ingin menyeberang dari Jawa menuju Sumatera, silakan memilih waktu secara fleksibel karena tidak ada lagi nanti tiket eksekutif,” jelas Heru Widodo, Dirut ASDP.
Semua akan dilayani dengan baik dan diarahkan ke seluruh dermaga yang tersedia.
Soal keselamatan, Jasa Raharja tak mau ketinggalan. Mereka sudah memetakan 1.700 titik rawan kecelakaan di sepanjang jalur mudik. Untuk mengawal pemudik, sebanyak 2.000 personel disiagakan. Langkah antisipatif yang dianggap crucial mengingat padatnya arus.
Menutup segala penjelasan, Irjen Agus menyelipkan pesan penting untuk rekan-rekan media. Peran mereka dinilai krusial dalam menyukseskan operasi kemanusiaan ini. Media diharap jadi sumber informasi yang akurat dan menenangkan bagi publik.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri, oleh sebab itu kami harus bermitra dengan media. Mari kita bekerja sama agar Operasi Ketupat 2026 berjalan luar biasa.”
Together We Can, pungkasnya.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Pengedar Narkoba di Warakas, Sita Sabu Senilai Rp1 Miliar
Polisi Gagalkan Transaksi 420 Cartridge Etomidate di Pekanbaru, Satu Pelaku Ditangkap
Presiden Prabowo Dikabarkan Akan Lantik Sejumlah Pejabat Baru, Termasuk Kepala KSP
IHSG Berpotensi Rebound ke 7.250 Setelah Ambles 3,38 Persen, BNI Sekuritas Rekomendasikan Enam Saham