BULL Tambah Armada dengan Kapal Tanker LNG Kedua, Siap Operasi 2026

- Kamis, 12 Maret 2026 | 10:20 WIB
BULL Tambah Armada dengan Kapal Tanker LNG Kedua, Siap Operasi 2026

PT Buana Lintas Lautan, atau BULL, kembali menambah kekuatan armadanya. Perusahaan pelayaran itu baru saja mengumumkan pembelian kapal tanker LNG kedua. Ukurannya tak main-main: kapasitasnya sekitar 78.000 DWT dengan panjang badan kapal mendekati 280 meter. Rencananya, kapal raksasa ini baru akan tiba dan dioperasikan pada kuartal pertama 2026.

Dalam penjelasan resmi yang disampaikan ke BEI, Kamis lalu, manajemen BULL menyatakan langkah ini bukan sekadar tambah aset. Ini adalah bentuk komitmen nyata.

"Kami berstrategi untuk berkembang di segmen LNG, baik lewat pertumbuhan organik seperti beli kapal baru, maupun non-organik lewat akuisisi perusahaan sejenis," jelas mereka.

Jadi, ini sekaligus menandai terwujudnya pilar kedua dari transformasi besar perusahaan. Pasar LNG sendiri dinilai sedang menuju fase cerah, didorong oleh apa yang disebut sebagai gelombang ketiga ekspansi LNG.

Bagaimana tidak? Faktanya, hingga tahun 2030 nanti, diproyeksikan akan ada tambahan fasilitas pencairan gas baru dengan kapasitas luar biasa: lebih dari 200 juta ton per tahun. Puncaknya terjadi pada 2025-2026, dengan hampir 97 juta ton kapasitas baru yang siap beroperasi. Produksi maksimumnya baru benar-benar terasa di 2026 dan 2027.

Nah, situasi ini jelas berdampak pada dunia pengiriman. Kargo tambahan yang mengalir ke Asia bakal mendongkrak permintaan 'ton-mile' untuk kapal tanker LNG secara signifikan.

"Akibatnya, kami memproyeksikan pertumbuhan kumulatif permintaan mencapai 30,7 persen selama 2026-2027. Sementara pertumbuhan armada global cuma 19,2 persen. Artinya, pasar akan ketat dengan selisih 11,5 persen," papar manajemen.

Di sisi lain, gejolak geopolitik ikut bermain. Ketegangan terkait Iran dan Rusia disebut semakin memperkuat ekspansi permintaan tadi. Efeknya sudah terlihat nyata di lapangan. Sejak akhir Februari 2026, tarif sewa kapal tanker LNG melonjak hampir 18 kali lipat! Baru minggu lalu, sebuah kapal dilaporkan disewa dengan harga fantastis: 300 ribu dolar AS per hari untuk kargo spot.

Menurut BULL, faktor-faktor pendorong ini belum akan melemah. Malah, bakal makin kencang dengan adanya perjanjian perdagangan global yang melibatkan Amerika Serikat. Perjanjian itu diprediksi akan mengubah peta rute perdagangan LNG secara radikal.

Dengan semua pertimbangan itu, pandangan mereka ke depan cukup optimis.

"Tarif kapal tanker LNG diperkirakan akan tetap kuat. Bahkan, kemungkinan besar akan semakin menguat," tutup pernyataan itu.

(Dhera Arizona)

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar