Persatuan Ummat Islam (PUI) mengambil langkah strategis dalam memperluas jaringan persaudaraan Muslim lintas negara dengan turut serta dalam Konferensi Islamic Strategic Cooperation in Asia Pacific. Organisasi ini mengirimkan perwakilannya, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri DPP PUI Dr. Adhe Nuansa Wibisono, yang berpartisipasi aktif dalam berbagai sesi penting selama agenda berlangsung.
Konferensi yang digelar pada 15 hingga 17 Mei 2026 ini diselenggarakan oleh The International Institute of Advanced Islamic Studies (IAIS) Malaysia. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah representasi organisasi Muslim dan tokoh-tokoh terkemuka dari berbagai negara.
Dalam kesempatan itu, Wibisono mengadakan pertemuan dengan delegasi pimpinan Jamaat Islami Pakistan, yakni Dr. Ata-ur Rahman dan Mr. Asif Luqman Qazi. Ia menyampaikan dukungan penuh terhadap Deklarasi Lahore, sebuah manifesto global yang dicetuskan pada 24 November 2025 di Pearl Continental Hotel, Lahore, Pakistan.
Wibisono menjelaskan bahwa deklarasi tersebut merupakan hasil dari Konferensi Meja Bundar Internasional bertajuk “Quest for a Just Global Order”. Pertemuan itu mempertemukan lebih dari 100 delegasi internasional yang berasal dari kawasan Asia, Afrika, Eropa, dan Timur Tengah.
“Warisan kolonial dan struktur kekuasaan pasca Perang Dunia II telah gagal mewujudkan keadilan, kesetaraan, dan perdamaian,” ungkap Wibisono dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, Senin (1/6).
Ia menambahkan bahwa sistem global saat ini masih menerapkan praktik tebang pilih dan standar ganda dalam menegakkan hukum internasional. “Poin penting lainnya adalah eksploitasi sumber daya alam di negara-negara Muslim dan meluasnya ketimpangan ekonomi global,” ujarnya.
Wibisono menyambut baik usulan Pakistan untuk menjadi sekretariat bersama ke depan. “PUI juga mendukung inisiatif Jamaat Islami untuk membuka kantor pusat koordinasi internasional di Pakistan. Hal ini untuk mendukung kerja sama di antara gerakan-gerakan Islam dan lembaga kemanusiaan global,” jelasnya.
Dalam forum yang sama, PUI juga mendesak penyelesaian konflik dan penghentian segera krisis kemanusiaan di Gaza, Palestina. “Krisis Gaza adalah bukti paling jelas dari kelumpuhan tatanan global PBB yang tidak mampu menghentikan pembunuhan warga sipil Palestina oleh Israel,” tegas Wibisono.
Lebih lanjut, ia menyerukan penghormatan penuh terhadap hak-hak dan jaminan keamanan masyarakat Kashmir demi tercapainya perdamaian di kawasan Asia Selatan.
Jamaat Islami sendiri merupakan partai keagamaan yang didirikan oleh pemikir filsuf Islam terkemuka Maulana Abul A’la Maududi pada 26 Agustus 1941 di Lahore. Maulana Maududi kemudian diundang oleh Bapak Pendiri Pakistan, Muhammad Ali Jinnah, untuk menyampaikan ceramah tentang dasar-dasar sistem kehidupan Islam yang kemudian diadopsi ke dalam Konstitusi Pakistan. Saat ini, anggota dan pengikut Jamaat Islami berjumlah puluhan juta orang yang tersebar di Pakistan, India, Bangladesh, Sri Lanka, dan Kashmir. Partai ini didirikan untuk mereformasi masyarakat sesuai ajaran agama dan menyerukan perbaikan moral pemerintahan serta politik.
Konferensi Muslim Asia-Pasifik tahun 2026 ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh internasional, seperti Dr. Dzulkefly Ahmad, Menteri Kesehatan Malaysia, dan Dr. Rafik Abdussalem, mantan Menteri Luar Negeri Tunisia. Selain itu, hadir pula para pimpinan partai politik lintas negara, antara lain Mr. Mia Golam Parwar, Sekretaris Jenderal Jamaat Islami Bangladesh; Mr. Asif Luqman Qazi, Direktur Hubungan Luar Negeri Jamaat Islami Pakistan; Nurul Izzah Anwar, Deputi Presiden Partai Keadilan Rakyat Malaysia; serta Dr. Ata-ur Rahman, Naib Amir Jamaat Islami Pakistan. Kehadiran mereka semakin menegaskan pentingnya acara ini dalam kancah global.
Artikel Terkait
DPD IKM Kabupaten Bekasi Laporkan Abu Janda ke Polres Metro Bekasi atas Dugaan Penghinaan Suku Minang
PSI: Kritik Hasto ke Jokowi Hanya Didasari Dendam Politik
Timnas Indonesia Uji Ketangguhan Hadapi Oman, Laga Ukur Perkembangan Skuad Garuda
China Kecam Pembelaan Menhan Jepang Soal Modernisasi Pertahanan, Sebut Remiliterisasi Ancam Stabilitas Regional