Persib Buka Suara Soal Isu Investasi Rp1,5 Triliun dari Jerman

- Jumat, 13 Maret 2026 | 00:00 WIB
Persib Buka Suara Soal Isu Investasi Rp1,5 Triliun dari Jerman

Gosip Investasi Rp1,5 Triliun dari Jerman Hantui Kandang Persib

Luar biasa. Di tengah hiruk-pikuk persaingan Super League, kabar mengejutkan justru datang dari meja negosiasi, bukan lapangan hijau. Persib Bandung, klub dengan denyut nadi bernama bobotoh, dikabarkan sedang dalam pembicaraan serius dengan investor asal Jerman. Nilainya? Gila. Sampai Rp1,5 triliun.

Angka fantastis itu langsung memicu spekulasi dan harapan. Bagi suporter setia Maung Bandung, ini seperti mimpi yang tiba-tiba terasa sangat nyata. Bayangan klub dengan fondasi keuangan sekuat Bayern Munich, misalnya, tentu menggoda.

Isunya sendiri berawal dari desas-desus soal komunikasi intens dengan sebuah perusahaan asuransi raksasa dari Negeri Bundesliga. Kalau jadi, kerja sama ini bakal jadi salah satu yang terbesar dalam sejarah sepak bola Indonesia. Tapi, jangan terburu-buru berharap.

Manajemen Persib sendiri bersikap sangat kalem, bahkan hati-hati.

Respon Pelan dari Kubu Manajemen

Adhitia Putra Herawan, Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, akhirnya buka suara. Ia tak menyangkal adanya kontak dengan pihak asing, termasuk perusahaan Jerman yang disebut-sebut media.

Tapi ia menekankan, semuanya masih awal banget. Masih tahap "jajak rasa", istilahnya. Belum ada dokumen resmi yang ditandatangani, belum ada komitmen mengikat.

Ucap Adhitia. Pernyataannya itu sekaligus jadi sinyal kuat: pamor Persib di mata dunia bisnis global sedang naik. Mereka mulai dilihat sebagai aset komersial yang menjanjikan di kancah regional.

Dan sebenarnya, wajar saja. Magnet terbesar Persib bukan cuma trofi, tapi bobotoh. Basis suporter yang fanatik dan loyal itu adalah komoditas langka. Setiap laga di GBLA selalu lautan manusia, menciptakan ekosistem ekonomi yang menggiurkan bagi investor mana pun.

Bayangkan akses langsung ke jutaan fans yang penuh gairah. Bagi perusahaan global, itu peluang branding dan pemasaran yang sulit ditolak. Makanya, minat dari Eropa pun mulai berdatangan.

Andai Kata Jadi Kenyataan

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar