Harga tiket Piala Dunia 2026 memicu perdebatan sengit setelah FIFA mengumumkan banderol yang mencapai angka fantastis, mulai dari Rp2,5 juta untuk kategori termurah pada fase grup hingga Rp1,3 miliar untuk kursi VVIP pada partai final. Presiden FIFA, Gianni Infantino, pun menjadi sorotan publik atas kebijakan harga yang dinilai sangat tinggi tersebut.
Infantino menegaskan bahwa harga tersebut berlaku seragam di seluruh kawasan Amerika Utara. Dalam sebuah jumpa pers yang digelar sehari menjelang pembukaan turnamen, Rabu (10/6) atau Kamis (11/6) pagi WIB, ia memberikan klarifikasi terkait keputusan kontroversial ini. Ia menyebut bahwa langkah tersebut justru diambil untuk melindungi sepak bola dari praktik pasar gelap.
“Jika kami melakukan kesalahan (soal harga tiket), maka mungkin semua orang yang menjual tiket di Amerika Utara juga melakukan kesalahan,” ujarnya.
Ia kemudian menjelaskan risiko yang muncul jika tiket dijual dengan harga terlalu murah. Menurut Infantino, tiket murah justru rawan diborong dan diperjualbelikan kembali di pasar sekunder dengan harga jauh lebih tinggi. “Ke mana uang itu mengalir? Ya, ke pelaku pasar gelap, bukan ke sepak bola,” katanya.
Di sisi lain, FIFA tetap menyediakan opsi harga yang lebih terjangkau. Sebanyak 130 ribu lembar tiket dengan harga mulai US$60 atau sekitar Rp1 juta disediakan khusus bagi suporter timnas peserta. Namun, angka tersebut tetap menjadi perdebatan di tengah mahalnya biaya hidup dan akomodasi di kota-kota penyelenggara.
Harga tiket untuk partai puncak sendiri mencapai US$8.680 atau sekitar Rp156 juta untuk kursi reguler, sementara kategori VVIP dibanderol US$73.200 atau setara Rp1,3 miliar. Angka ini menjadikan final Piala Dunia 2026 sebagai salah satu pertandingan sepak bola termahal dalam sejarah.
Menanggapi adanya penyelidikan hukum terkait praktik penjualan tiket di beberapa negara bagian Amerika Serikat, Infantino mengaku tidak merasa khawatir. Ia menyatakan bahwa FIFA telah memeriksa seluruh proses penjualan dengan melibatkan pengacara terbaik. “Kami sangat senang karena sebelum menjual 6,5 atau 7 juta tiket, kami memeriksanya dengan pengacara terbaik,” ucapnya.
Piala Dunia 2026 akan berlangsung mulai Kamis (10/6) waktu setempat atau Jumat (12/6) WIB hingga 19 Juli 2026. Edisi ke-23 ini menjadi ajang sepak bola terbesar di Amerika Utara sejak sistem tiga negara tuan rumah diterapkan, dengan total 48 negara peserta.
Artikel Terkait
Kepulangan Darije Kalezic ke PSM Makassar Batal Transfer Victor Dethan ke Persija
Timnas Indonesia U-19 Tantang Australia di Semifinal Piala AFF U-19 2026
Trump Buka Suara soal Wasit Somalia Ditolak Masuk AS untuk Piala Dunia 2026
Alwi Farhan dan Ubed Melaju ke Perempat Final Australia Open 2026