BANDUNG Persib Bandung terpukul di kandang lawan. Pada leg pertama babak 16 besar AFC Champions League Two, Maung Bandung dibungkam Ratchaburi FC dengan skor telak 0-3, Rabu (11/2/2026). Hasil ini bukan cuma angka, tapi tamparan keras. Sebuah pertanyaan besar menggantung: sebenarnya, seberapa siap Persib berlaga di kancah Asia?
Dua pemain anyar, Sergio Castel dan Layvin Kurzawa, akhirnya melakoni debut. Mereka masuk di babak kedua, sayangnya waktu kurang dari 45 menit itu terasa singkat. Terlalu singkat untuk mengubah jalannya pertandingan yang sudah terlanjur sulit.
Pelatih Bojan Hodak meminta kesabaran.
Soal kualitas, nama Castel dan Kurzawa jelas punya bobot. Castel diharap jadi solusi serangan, sementara Kurzawa diandalkan untuk memperkokoh pertahanan kiri sekaligus menyokong serangan. Tapi malam itu di Stadion Ratchaburi, masalah Persib terlihat jauh lebih rumit dari sekadar urusan adaptasi pemain baru.
Ratchaburi langsung menekan sejak peluit awal. Intensitas tinggi, pergerakan cepat, disiplin taktik yang apik. Persib seperti kehilangan napas, kalah di hampir semua sektor: duel, tempo, bahkan determinasi. Kekalahan tiga gol tanpa balas itu adalah alarm. Level Asia ternyata menuntut lebih dari sekadar kumpulan pemain bagus.
“Kita perlu evaluasi mendalam. Kekalahan ini harus jadi pelajaran untuk leg kedua nanti,” tambah Hodak.
Tapi bagi bobotoh yang setia, pelajaran saja tidak cukup. Mereka ingin lihat perlawanan.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Jatuh, Posisi Klasemen Moto3 Anjlok Usai GP Amerika
ASICS Luncurkan Sepatu Khusus Padel di Indonesia, Respons Lonjakan Popularitas Olahraga Ini
Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria di Final FIFA Series Malam Ini
Guido Pini Raih Kemenangan Perdana Moto3 di COTA, Veda Ega Gagal Finis