Kebakaran gudang milik PT Biotek Saranatama di Tangerang Selatan ternyata menyisakan persoalan serius. Limbahnya mencemari aliran Sungai Cisadane, dan Kementerian Lingkungan Hidup pun bergerak cepat. Mereka telah mengambil sampel air dari sungai yang tercemar pestisida itu untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, mengonfirmasi hal ini saat dihubungi Minggu lalu.
"KLH kan sudah mengambil sampel beberapa kali," ujarnya.
Sampel-sampel itu langsung dikirim ke Pusarpedal KLH untuk dites. Tapi, pekerjaan belum selesai. Menurut rencana, pada hari yang sama, Minggu 15 Februari, tim akan turun lagi ke lapangan. Mereka akan mengambil sampel dari hulu ke hilir, mulai dari Sungai Jeletreng, Cisadane, hingga sampai ke wilayah Teluknaga. Tujuannya jelas: untuk mengukur seberapa parah sebenarnya pencemaran yang terjadi.
Di sisi lain, upaya darurat juga dilakukan di lokasi. Kadiskominfo Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, menjelaskan bahwa pemerintah kota bersama instansi terkait sudah menaburkan karbon aktif ke aliran Sungai Jeletreng.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Kembali dengan Komitmen Investasi Rp 575 Triliun dari Jepang dan Korea
Megawati Serahkan 126 Sertifikat HKI untuk Lindungi Karya Seni dan Budaya Bali
Ekonom Sarankan Alihkan Subsidi BBM untuk Percepatan Elektrifikasi Hadapi Risiko Geopolitik
Kerangka Manusia Ditemukan di Perkebunan Lereng Muria, Identitas Masih Misterius