MURIANETWORK.COM - Pemerintah telah menerbitkan Surat Edaran Bersama (SEB) sebagai pedoman resmi penyelenggaraan pembelajaran selama bulan Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Kebijakan yang ditandatangani oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri ini dirancang untuk memastikan kegiatan belajar tetap efektif sambil mengakomodasi nilai-nilai spiritual dan penguatan karakter peserta didik di seluruh jenjang pendidikan.
Mengoptimalkan Ramadan untuk Pendidikan Karakter
Surat edaran ini menjadi acuan bagi pemerintah daerah, kantor wilayah Kementerian Agama, serta satuan pendidikan dalam mengatur aktivitas belajar dari masa persiapan hingga pasca-Idulfitri. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menekankan bahwa pendekatan yang diambil bersifat adaptif dan humanis.
“Bulan Ramadan adalah momentum penting untuk membentuk karakter, memperkuat iman dan takwa, serta menumbuhkan kepedulian sosial peserta didik. Melalui pengaturan pembelajaran yang adaptif dan humanis, kami ingin memastikan anak-anak tetap belajar dengan bermakna tanpa terbebani,” tuturnya pada Sabtu (14/2).
Pernyataan tersebut menggarisbawahi komitmen pemerintah untuk menyeimbangkan antara tuntutan akademik dan pembinaan spiritual, sebuah tantangan yang kerap muncul setiap tahunnya.
Skema Pembelajaran Bertahap
SEB tersebut merinci jadwal pembelajaran dalam tiga fase utama. Fase pertama berlangsung pada 18 hingga 21 Februari 2026, di mana pembelajaran dilaksanakan secara mandiri di rumah, tempat ibadah, atau lingkungan masyarakat berdasarkan penugasan dari sekolah. Penugasan dirancang agar sederhana, minim beban, dan membatasi ketergantungan pada gawai serta internet.
Fase kedua, mulai 23 Februari hingga 14 Maret 2026, kegiatan belajar mengajar kembali dilaksanakan di sekolah, madrasah, atau satuan pendidikan keagamaan. Pada periode ini, selain materi akademik, satuan pendidikan didorong untuk menyelenggarakan kegiatan penguatan iman dan takwa. Bagi peserta didik Muslim, kegiatan seperti tadarus Al-Qur’an dan pesantren kilat dianjurkan. Sementara, peserta didik dari agama lain diarahkan untuk mengikuti bimbingan rohani sesuai keyakinannya.
Masa Libur dan Tanggung Jawab Bersama
Libur bersama Idulfitri ditetapkan pada dua periode: 16-20 Maret dan 23-27 Maret 2026. Momen ini diharapkan dimanfaatkan peserta didik untuk mempererat silaturahmi. Kegiatan pembelajaran normal baru akan kembali dimulai pada 30 Maret 2026.
Implementasi kebijakan ini memerlukan koordinasi yang solid. Pemerintah daerah dan kantor Kemenag setempat bertugas menyelaraskan perencanaan. Di tingkat operasional, kepala sekolah diminta melakukan penyesuaian, seperti mengurangi intensitas kegiatan fisik berat, memperkuat asesmen formatif, dan memberikan perhatian khusus kepada anak berkebutuhan khusus serta peserta didik yang berisiko tertinggal.
Keamanan aset sekolah selama libur juga harus dijaga, disertai penyediaan kanal pelaporan bagi orang tua terkait keselamatan anak.
Peran Krusial Orang Tua dan Kolaborasi
Surat edaran secara khusus menyoroti peran orang tua atau wali, terutama selama fase pembelajaran mandiri. Peran tersebut meliputi pendampingan anak dalam penguatan literasi dan karakter, pengaturan penggunaan gawai yang bijak, mendorong partisipasi dalam kegiatan sosial-keagamaan, serta melindungi anak dari kekerasan, eksploitasi, dan praktik pernikahan dini.
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa sinergi tiga pihak merupakan kunci keberhasilan.
“Kami mengajak seluruh pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan orang tua untuk bersinergi. Ramadan harus menjadi ruang pendidikan karakter yang kuat, sekaligus memastikan hak belajar anak tetap terpenuhi secara optimal,” tegasnya.
Dengan kerangka kebijakan ini, diharapkan Ramadan 2026/1447 H dapat dijalani dengan tertib dan penuh makna, mendukung terwujudnya generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga kokoh dalam akhlak dan kepedulian sosial.
Artikel Terkait
Wali Kota Denpasar Minta Maaf, Akui Kekeliruan Soal Perintah Presiden untuk Nonaktifkan PBI JK
SEA Boulder League 2026 Resmi Dibuka di Jakarta, Libatkan 180 Atlet dari 13 Negara
KAI Siapkan 60 Kereta Tambahan dan Diskon 30% untuk Mudik Lebaran 2026
Polisi Kantongi Identitas Pemesan Taksi Online Diduga Lakukan Tindakan Mesum di Cipulir