IHSG Tergelincir 115 Poin, Sektor Kesehatan Jadi Penyelamat di Tengah Bantingan Saham

- Jumat, 23 Januari 2026 | 12:30 WIB
IHSG Tergelincir 115 Poin, Sektor Kesehatan Jadi Penyelamat di Tengah Bantingan Saham

Pasar saham Indonesia kembali berakhir dengan catatan merah di sesi pertama hari Jumat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok cukup dalam, tepatnya 115,28 poin atau 1,28 persen, hingga bertengger di level 8.876,90. Suasana hati investor tampak suram.

Kalau dilihat dari pergerakan saham secara individual, gambarnya makin jelas. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, mayoritas besar justru terperosok. Tercatat, 615 saham melemah, sementara yang mampu menguat hanya 131 saham. Sisanya, 212 saham, cuma diam di tempat tanpa perubahan harga yang berarti.

Tak cuma indeks, nilai kapitalisasi pasar pun ikut menyusut menjadi Rp16.112 triliun. Aktivitas perdagangan terlihat cukup sibuk meski sentimen negatif mendominasi. Volume transaksi mencapai 38,79 miliar saham yang berpindah tangan dalam lebih dari 2 juta kali frekuensi perdagangan, dengan nilai total tembus Rp18,31 triliun.

Mayoritas sektor ikut terseret arus pelemahan. Hampir semua papan indeks sektoral berwarna merah, tapi ada satu yang nyeleneh: sektor kesehatan justru bertahan dan naik 0,69 persen. Jadi, di tengah badai, masih ada yang bisa tersenyum.

Di sisi lain, pergerakan saham-saham individual menawarkan drama tersendiri. Beberapa emiten malah melesat tinggi, menjadi penyelamat portofolio bagi segelintir trader.

LMPI (PT Langgeng Makmur Industri Tbk) melonjak fantastis 34,67 persen ke level Rp202 per saham. KUAS (PT Ace Oldfields Tbk) juga tak kalah perkasa, naik 29,07 persen ke Rp111. Posisi ketiga diisi YPAS (PT Yanaprima Hastapersada Tbk) yang meroket 24,58 persen menuju Rp735.

Tapi, di balik kisah sukses itu, ada lebih banyak cerita pilu. Papan pengumuman loser didominasi oleh saham-saham yang terjun bebas.

UANG (PT Pakuan Tbk) terpangkas 15 persen ke Rp6.375. KIOS (PT Kioson Komersial Indonesia Tbk) nyaris menyusul dengan penurunan 14,95 persen ke Rp165. HOPE (PT Harapan Duta Pertiwi Tbk), sesuai namanya, mungkin sedang menipis harganya dengan melemah 14,89 persen ke Rp320.

Pasar menunggu napas kedua di sesi selanjutnya. Apakah akan ada pemulihan, atau justru tekanan jual akan berlanjut? Kita lihat saja nanti.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar