Pasar saham Indonesia kembali berakhir dengan catatan merah di sesi pertama hari Jumat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok cukup dalam, tepatnya 115,28 poin atau 1,28 persen, hingga bertengger di level 8.876,90. Suasana hati investor tampak suram.
Kalau dilihat dari pergerakan saham secara individual, gambarnya makin jelas. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, mayoritas besar justru terperosok. Tercatat, 615 saham melemah, sementara yang mampu menguat hanya 131 saham. Sisanya, 212 saham, cuma diam di tempat tanpa perubahan harga yang berarti.
Tak cuma indeks, nilai kapitalisasi pasar pun ikut menyusut menjadi Rp16.112 triliun. Aktivitas perdagangan terlihat cukup sibuk meski sentimen negatif mendominasi. Volume transaksi mencapai 38,79 miliar saham yang berpindah tangan dalam lebih dari 2 juta kali frekuensi perdagangan, dengan nilai total tembus Rp18,31 triliun.
Mayoritas sektor ikut terseret arus pelemahan. Hampir semua papan indeks sektoral berwarna merah, tapi ada satu yang nyeleneh: sektor kesehatan justru bertahan dan naik 0,69 persen. Jadi, di tengah badai, masih ada yang bisa tersenyum.
Di sisi lain, pergerakan saham-saham individual menawarkan drama tersendiri. Beberapa emiten malah melesat tinggi, menjadi penyelamat portofolio bagi segelintir trader.
Artikel Terkait
IHSG Tumbang 41 Poin, Sektor Kesehatan Jadi Penyelamat di Tengah Bencana Merah
Diam-Diam Menguat, Saham AADI dan ADMR Torehkan Kenaikan Fantastis
Hutomo Mandala Putra: Sosok di Balik Saham GOLF yang Melonjak 75%
Bulog Siapkan 100 Gudang Baru untuk Wujudkan Cadangan Beras 4 Juta Ton