Tenaga Honorer Pemkab Tambrauw Tewas Ditusuk, Polisi Bantah Isu Tembakan

- Selasa, 10 Maret 2026 | 01:00 WIB
Tenaga Honorer Pemkab Tambrauw Tewas Ditusuk, Polisi Bantah Isu Tembakan

TAMBRAUW - Seorang tenaga honorer Pemkab Tambrauw, Abraham Franklin Delano Kambu, ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan. Mayatnya tergeletak di genangan air di Kampung Banfot, Distrik Bamusbama, pada Senin (9/3/2026) pagi. Peristiwa ini langsung menyita perhatian warga.

Menurut Kapolres Tambrauw AKBP Praja Gandha Wiratama, kisahnya berawal dari perjalanan korban pada Minggu malam. Sekitar pukul 19.35 WIT, Abraham berangkat dari Sorong menuju Distrik Fef.

Di tengah perjalanan, tepatnya di Kampung Mega, dia sempat bertemu dan mengobrol dengan rekannya, Anderson Herman Anum. Setelah itu, mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan bersama, masing-masing mengendarai motornya sendiri.

Namun begitu, situasi berubah mencekam saat mereka melintasi Kampung Banfot. Dalam gelapnya malam, saksi mata melihat sosok tak dikenal berdiri di pinggir jalan. Anderson yang berada di belakang langsung mengurangi kecepatan motornya.

Tapi Abraham, yang berada sekitar 15 meter di depannya, tiba-tiba dicegat oleh orang tak dikenal itu.

“Beberapa detik kemudian saksi melihat korban terjatuh dari sepeda motor. Merasa terancam, saksi langsung memutar arah dan mencari perlindungan di Pos Satgas TNI terdekat,”

Jelas AKBP Praja, seperti dikutip dari iNews Sorong Raya.

Barulah keesokan paginya, personel gabungan TNI-Polri menemukan Abraham di lokasi kejadian. Sudah tak bernyawa. Dari pemeriksaan awal, terlihat sejumlah luka di tubuhnya.

“Hasil visum masih kami tunggu dari pihak medis. Namun secara garis besar korban meninggal dunia akibat benda tajam, tidak ada luka tembak seperti yang beredar di publik saat ini,”

tegasnya.

Di sisi lain, isu tembakan sempat beredar luas dan memicu kepanikan. Pesan berantai di media sosial dan WhatsApp ramai menyebut ada suara tembakan di lokasi. Informasi itu bahkan membuat beberapa pengendara yang hendak ke Tambrauw memilih putar balik, takut dengan kondisi keamanan.

Tapi polisi punya penjelasan lain.

“Berdasarkan keterangan sementara yang dihimpun, suara keras yang terdengar di lokasi kemungkinan bukan berasal dari tembakan, melainkan dari benturan kendaraan dengan drum pembatas jalan,”

ucap AKBP Praja.

Dia menegaskan situasi keamanan di Tambrauw saat ini sudah terkendali. Meski begitu, patroli gabungan tetap digelar di sekitar lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Aktivitas warga pun sudah kembali normal.

“Memang awalnya ada kepanikan. Saya selaku penanggung jawab kamtibmas mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya atau terhasut atas informasi hoaks yang beredar,”

imbuhnya.

Sampai sekarang, penyelidikan masih berjalan. Polisi terus mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri setiap kemungkinan untuk mengungkap siapa pelaku dan motif di balik kematian tragis Abraham Franklin Delano Kambu ini.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar