Afghanistan mungkin satu-satunya negara di dunia yang sunyi dari hingar-bingar perayaan tahun baru. Tidak ada pesta kembang api, tidak ada hitungan mundur, bahkan perayaan tradisional Nowruz pun ikut dilarang. Yang menarik, dalam keheningan itu, banyak warganya tetap menjalani hidup dengan tenang mereka bahagia dengan caranya sendiri.
Semua ini berawal ketika Taliban kembali memegang kendali pada Agustus 2021. Sejak saat itu, segala bentuk perayaan tahun baru, baik yang bersifat internasional maupun tradisional Persia, dianggap tak sejalan dengan syariat Islam. Jadi, ya, dilarang total.
Menurut sejumlah saksi di Kabul, suasana pergantian tahun sekarang lebih mirip hari biasa. Toko-toko tutup lebih awal, jalanan sepi, yang terdengar hanya suara azan atau dentuman sesekali dari kejauhan bukan kembang api, tapi mungkin suara lain. Keadaan ini sudah berlangsung bertahun-tahun.
Taliban secara resmi menghapus Nowruz dari kalender nasional. Bagi mereka, perayaan itu dianggap membawa unsur budaya pra-Islam yang tidak boleh dilestarikan.
Artikel Terkait
Laporan Ungkap Aliran Dana Terduga Teroris Lewat Binance, Pegawai Penyelidik Malah Diberhentikan
Tren Bukber Ramadan di Makassar Beralih ke Restoran dengan Konsep Estetik
Sidang Praperadilan Yaqut Ditunda, KPK Absen di Persidangan Perdana
Pantai Akkarena Makassar: Destinasi Favorit Warga dengan Pemandangan Senja Memikat