PGN Alokasikan Rp6 Triliun untuk Perkuat Infrastruktur Gas pada 2026

- Senin, 09 Maret 2026 | 23:30 WIB
PGN Alokasikan Rp6 Triliun untuk Perkuat Infrastruktur Gas pada 2026

PT Perusahaan Gas Negara (PGN) ternyata sedang menyiapkan anggaran yang cukup besar untuk tahun depan. Tepatnya di 2026, perusahaan pelat merah ini mengalokasikan belanja modal atau capex sebesar USD 353 juta. Kalau dirupiahkan, angkanya mencapai Rp 6 triliun.

Nilai itu naik signifikan, sekitar 14 persen, dibandingkan rencana capex untuk tahun 2025. Lalu, buat apa saja dana segitu banyaknya? Rupanya, fokus utama adalah memperkuat infrastruktur gas bumi di dalam negeri. PGN ingin peran gas sebagai energi transisi makin optimal, sekaligus mendukung ketahanan energi nasional yang selama ini jadi isu penting.

Direktur Utama PGN, Arief Kurnia Risdianto, menjelaskan strategi perusahaan ke depan.

“Arah strategis PGN pada tahun 2026 difokuskan pada penguatan operasional, konsolidasi portofolio bisnis, serta ekspansi bisnis bernilai tambah secara selektif. Seluruhnya diimbangi dengan strategi keuangan yang disiplin serta komitmen penuh terhadap penerapan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di setiap lini,” ujar Arief dalam keterangan resminya, Senin (9/3/2026).

Dari total anggaran tadi, sebagian besar sekitar USD 219 juta akan digelontorkan untuk membangun dan mengembangkan infrastruktur transmisi dan distribusi. Ini mencakup pipa gas konvensional, tapi juga teknologi beyond pipeline seperti CNG dan LNG. Tujuannya sederhana: menghadirkan energi yang lebih dekat dan andal, baik untuk masyarakat biasa maupun pelanggan industri.

Beberapa proyek yang masuk daftar prioritas antara lain customer attachment, perluasan jaringan gas rumah tangga di Sumatera dan Jawa, hingga pembangunan Pipa Tegal–Cilacap. Perpanjangan Pipa Sei Mangkei dan pengembangan terminal regasifikasi di Jawa Timur juga tak ketinggalan. Di sisi lain, PGN rupanya tak mau ketinggalan tren. Mereka akan terus mendorong pengembangan bisnis rendah karbon, termasuk inisiatif biomethane, sebagai mesin pertumbuhan jangka panjang.

Sementara itu, di lini hulu, perusahaan mengalokasikan dana sekitar USD 134 juta. Angka ini ditujukan untuk mengoptimalkan eksplorasi dan meningkatkan lifting migas. Beberapa program utamanya meliputi kegiatan pengeboran di Wilayah Kerja Pangkah, Ketapang, dan Fasken. Ada juga rencana perpanjangan kontrak kerja sama di WK Pangkah serta survei seismik 3D.

Arief menekankan, aspek keselamatan dan keberlanjutan tetap jadi perhatian serius di tengah semua rencana pengembangan ini.

"Untuk memastikan pencapaian target kinerja operasional, kami memperkuat aspek HSSE dengan target Zero accident. Sementara untuk komitmen keberlanjutan, kami menargetkan pengurangan emisi sebesar 35.000 ton CO2 ekuivalen," katanya.

Menghadapi dinamika pasar energi yang fluktuatif, PGN menyadari kolaborasi adalah kuncinya. Mereka berusaha mempererat sinergi dengan semua pemangku kepentingan. Hal ini dianggap penting untuk menjaga transparansi dan menyelaraskan ekspektasi terhadap prospek bisnis perusahaan di masa depan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar